Uptodai.com - Lucinta Luna kembali ke kodrat sebagai laki-laki menjadi pernyataan tegas yang baru-baru ini ia sampaikan kepada publik secara terbuka. Selebritas yang kerap menuai kontroversi ini mengaku tengah berupaya keras mengubah penampilannya secara bertahap demi kembali ke jati diri asalnya. Meski niatnya tampak bulat, ia justru harus menghadapi gelombang kritik pedas dari para netizen di berbagai platform media sosial.

Langkah awal dari transformasi besarnya tersebut mulai terlihat saat ia memamerkan potongan rambut pendek ala pria Korea Selatan. Penampilan maskulin yang berbeda drastis dari biasanya itu ia tunjukkan melalui unggahan terbaru di akun media sosial pribadinya. Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi atas keberaniannya, banyak warganet yang justru meragukan kesungguhan hati sang artis dalam berubah.

Menanggapi banjir hujatan tersebut, Lucinta Luna akhirnya memutuskan untuk buka suara melalui unggahan Instagram Story pada Senin, 23 Maret 2026. Ia merasa sedih dan kecewa karena banyak orang yang menuntut hasil instan tanpa memahami proses mental yang sedang ia lalui. Baginya, mengubah identitas yang sudah melekat selama bertahun-tahun bukanlah perkara mudah yang bisa terjadi dalam semalam.

Tantangan Lucinta Luna Kembali ke Kodrat Laki-laki

Lucinta menjelaskan bahwa saat ini ia masih menggunakan bantuan wig rambut manusia (human hair) untuk membiasakan diri dengan tampilan barunya. Ia menganalogikan bahwa sebuah perubahan besar dalam hidup tidak bisa terjadi secepat kilat seperti saat memesan layanan ojek daring. Artis ini memohon dengan sangat agar publik memberikan ruang dan waktu baginya untuk beradaptasi secara perlahan namun pasti.

Keinginan untuk merasa nyaman atau “betah” dengan penampilan barunya menjadi fokus utama yang sedang diperjuangkan Lucinta saat ini. Ia ingin mendalami kembali sisi maskulinnya tanpa harus merasa tertekan oleh ekspektasi tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan moral dari masyarakat luas sangat ia harapkan untuk memperkuat mentalitasnya dalam menjalani masa transisi yang sulit ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap kata-kata negatif yang diterimanya sedikit banyak memengaruhi semangatnya untuk berubah. Lucinta merasa bahwa proses belajar ini seharusnya didukung dengan energi positif agar ia tidak merasa sendirian dalam berjuang. Baginya, pengakuan sederhana dari publik mengenai kecocokan gaya rambut barunya sudah cukup menjadi penyemangat besar.

Perbandingan Suasana di Korea Selatan dan Indonesia

Dalam curhatan emosionalnya, Lucinta juga sempat menyinggung perbedaan perlakuan yang ia terima saat berada di luar negeri dibandingkan di tanah air. Ia mengaku merasa jauh lebih tentram dan dihargai ketika menghabiskan waktu di Korea Selatan beberapa waktu yang lalu. Di negeri ginseng tersebut, ia bisa mengeksplorasi jati dirinya dengan lebih bebas tanpa harus merasa dihakimi oleh orang asing.

Kondisi ini dirasakannya sangat berbanding terbalik dengan situasi yang ia hadapi di Indonesia saat ini. Lucinta menyayangkan sikap sebagian masyarakat di tanah air yang justru lebih gemar melontarkan kritik tajam daripada memberikan dukungan moral. Padahal, ia sangat mendambakan kalimat penyemangat yang bisa membantunya tetap konsisten pada jalur perubahan yang sedang ia tempuh.

Pentingnya Dukungan Publik bagi Proses Transformasi

Lucinta Luna menegaskan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang juga membutuhkan bimbingan serta kata-kata positif dari sesama. Ia berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam berkomentar di media sosial agar tidak melukai perasaan orang lain yang sedang berproses. Fokus utamanya kini adalah menjaga konsistensi untuk tetap berada di jalan yang ia yakini sebagai kodrat aslinya sebagai pria.

Transformasi yang ia jalani saat ini bukan sekadar urusan gaya rambut atau penampilan fisik semata, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan mental. Dengan tekad yang sudah bulat, ia berjanji akan terus berusaha meskipun tantangan dan cemoohan yang dihadapi terasa sangat berat. Lucinta berharap suatu saat nanti masyarakat bisa menerima perubahannya dengan tangan terbuka dan tanpa prasangka negatif lagi.