Uptodai.com - Dominasi produk China di e-commerce Indonesia kini menjadi perhatian serius pemerintah karena memicu ketimpangan harga yang sangat tajam di pasar digital. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti kuat terkait praktik perdagangan tersebut. Ia mensinyalir adanya dukungan finansial masif dari negara asal yang membuat barang impor jauh lebih murah daripada produk lokal.

Purbaya mengungkapkan kekhawatirannya saat menghadiri acara di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (25/3/2026). Menurutnya, pedagang lokal saat ini berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan secara biaya maupun harga jual. Kondisi ini membuat produk dalam negeri sulit bersaing dengan gempuran barang dari Negeri Tirai Bambu yang membanjiri berbagai platform belanja daring.

Dugaan Subsidi Ekspor 15 Persen dari Pemerintah China

Salah satu poin krusial yang sedang diselidiki oleh Purbaya adalah kabar mengenai pemberian tunjangan ekspor sebesar 15 persen oleh pemerintah China. Ia mendengar informasi bahwa para eksportir di sana mendapatkan insentif khusus untuk mengirimkan barang ke pasar internasional, termasuk Indonesia. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab utama mengapa harga produk mereka bisa sangat miring dan tidak masuk akal.

“Saya dengar kalau orang China ekspor itu dapat 15 persen tunjangan dari pemerintahnya. Betul apa enggak untuk barang-barang di sini, kan saya harus double check,” ujar Purbaya dengan tegas. Ia berjanji akan melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan kebenaran informasi subsidi tersebut. Jika terbukti benar, maka pemerintah wajib mengambil langkah proteksi yang lebih agresif untuk menyelamatkan industri dalam negeri.

Purbaya menekankan bahwa persaingan yang tidak sehat ini telah menciptakan at cost disadvantage bagi pengusaha lokal. Tanpa adanya intervensi, para pelaku UMKM akan terus kehilangan pangsa pasar karena kalah dalam perang harga. Penyelidikan ini diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai peta persaingan di sektor ekonomi digital saat ini.

Langkah Pemerintah Lindungi Produk Lokal

Sebagai bentuk tindak lanjut, pemerintah mulai mempertimbangkan penerapan kebijakan pajak khusus bagi produsen atau eksportir asal China. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan level bermain yang adil bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air. Purbaya menilai bahwa instrumen fiskal bisa menjadi solusi efektif untuk menyeimbangkan harga di pasar.

“Kalau itu kasusnya, maka kita harus ambil langkah yang membuat barang kita bisa lebih bersaing di pasar dalam negeri sendiri,” tambah Purbaya. Ia tidak ingin pasar domestik hanya menjadi penonton di tengah ledakan transaksi digital yang sangat besar. Kebijakan yang tepat akan membantu produk lokal kembali mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia.

Selain masalah pajak, penguatan regulasi impor juga menjadi agenda penting yang tengah dibahas oleh kementerian terkait. Pemerintah berupaya agar inovasi teknologi tidak justru mematikan sektor manufaktur lokal yang menyerap jutaan tenaga kerja. Keseimbangan antara kemudahan belanja daring dan perlindungan industri nasional harus tetap terjaga secara konsisten.

Masa Depan Marketplace Indonesia

Isu mengenai dominasi asing ini semakin mencuat setelah Purbaya melakukan interaksi langsung dengan masyarakat melalui media sosial TikTok. Saat melakukan siaran langsung pada masa libur Lebaran, ia menerima banyak keluhan dari warganet mengenai sulitnya menjual produk lokal. Masyarakat mengeluhkan algoritma dan harga di platform belanja yang seolah lebih memihak produk luar negeri.

Purbaya juga menyoroti struktur kepemilikan platform besar seperti Tokopedia yang kini memiliki keterkaitan kuat dengan entitas asal China melalui TikTok. Ia sedang memikirkan strategi jangka panjang agar ekosistem marketplace di Indonesia tidak sepenuhnya dikendalikan oleh kekuatan asing. Penguatan perusahaan domestik menjadi prioritas utama agar kedaulatan ekonomi digital tetap berada di tangan bangsa sendiri.

Transformasi pasar digital di masa depan harus memberikan ruang tumbuh yang luas bagi produk-produk asli Indonesia. Purbaya berharap melalui investigasi ini, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan nasional. Dengan demikian, e-commerce tidak hanya menjadi saluran distribusi barang impor, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi produsen lokal.