Uptodai.com - Laga terakhir Mohamed Salah bersama Liverpool kini menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Kabar mengejutkan ini muncul setelah pihak klub secara resmi mengumumkan bahwa sang raja Mesir akan mengakhiri masa baktinya di Anfield pada penghujung musim 2025/2026.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya era keemasan selama sembilan tahun yang penuh dengan raihan trofi dan rekor individu yang fantastis. Para pendukung setia The Reds kini mulai menghitung hari untuk memberikan penghormatan terakhir bagi salah satu legenda terbesar dalam sejarah modern klub tersebut.

Keputusan Mengejutkan di Balik Perpisahan Mohamed Salah

Manajemen Liverpool merilis pernyataan resmi pada Rabu, 25 Maret 2026, yang menegaskan kesepakatan bersama untuk berpisah dengan Salah. Meskipun sang pemain sempat menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun pada musim panas sebelumnya, ia memilih untuk mengakhiri kerja sama setahun lebih awal.

Salah kabarnya ingin memberikan kejelasan mengenai masa depannya agar pihak manajemen bisa segera mencari suksesor yang sepadan di bursa transfer mendatang. Ia juga menunjukkan loyalitas luar biasa dengan bersedia melepaskan sisa gajinya yang mencapai £20 juta atau sekitar Rp392 miliar demi mempermudah proses transisi ini.

Langkah ini tentu memberikan dampak finansial yang cukup signifikan bagi Liverpool karena mereka kehilangan potensi dana transfer yang sangat besar. Sebelumnya, beberapa klub kaya dari Arab Saudi dilaporkan siap menggelontorkan dana hingga €50 juta untuk memboyongnya sebelum statusnya menjadi bebas transfer.

Skenario Pertandingan Pamungkas Mo Salah di Anfield

Pertanyaan mengenai kapan tepatnya laga terakhir Mohamed Salah akan berlangsung sangat bergantung pada sejauh mana performa Liverpool di berbagai kompetisi musim ini. Skenario pertama yang paling emosional bagi publik Merseyside adalah pertandingan pekan terakhir Premier League yang akan digelar di Stadion Anfield.

Bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri akan menjadi momen perpisahan yang sangat mengharukan bagi pemain bernomor punggung 11 tersebut. Atmosfer lagu “You’ll Never Walk Alone” dipastikan akan menggema lebih keras dari biasanya untuk melepas kepergian sang ikon yang telah memberikan segalanya bagi klub.

Namun, ada kemungkinan laga perpisahan tersebut terjadi di panggung yang jauh lebih megah dan prestisius di kancah Eropa. Jika armada Arne Slot berhasil melaju hingga ke partai puncak Liga Champions, maka laga final tersebut akan menjadi panggung penutup karir Salah yang sempurna.

Warisan Tak Terlupakan Sang Raja Mesir di Liverpool

Selama hampir satu dekade, Mohamed Salah telah mentransformasi lini serang Liverpool menjadi salah satu unit yang paling ditakuti di seantero jagat sepak bola. Ia bukan sekadar pencetak gol ulung, melainkan simbol kebangkitan klub sejak era Jurgen Klopp hingga masa transisi di bawah kendali pelatih baru.

Kontribusinya dalam membawa gelar juara Premier League dan trofi Liga Champions akan selalu terkenang dalam buku sejarah emas klub. Kepergiannya meninggalkan lubang besar yang diprediksi akan sangat sulit untuk ditutup oleh pemain manapun dalam waktu yang singkat.

Kini, seluruh mata tertuju pada sisa jadwal pertandingan Liverpool musim ini untuk menyaksikan aksi-aksi magis terakhir dari kaki kiri Salah. Setiap gol dan assist yang ia ciptakan sekarang terasa jauh lebih berharga sebelum ia benar-benar menanggalkan seragam merah kebanggaannya untuk selamanya.