Hector Souto Cari Bakat Timnas Futsal Indonesia ke Maluku Papua
Uptodai.com - Timnas Futsal Indonesia kini tengah memasuki babak baru dalam pengembangan prestasi di bawah arahan pelatih kepala, Hector Souto. Juru taktik asal Spanyol tersebut menunjukkan komitmen luar biasa dengan terjun langsung mencari bibit-bibit unggul hingga ke pelosok negeri.
Langkah strategis ini ia ambil sesaat setelah mengantarkan Skuad Garuda meraih posisi runner-up pada ajang Piala AFF Futsal 2026. Meski belum berhasil membawa pulang trofi juara, performa tim yang banyak diisi pemain debutan mendapat apresiasi luas dari publik futsal Tanah Air.
Souto meyakini bahwa potensi futsal di Indonesia sangat melimpah, terutama di wilayah Timur yang selama ini dikenal sebagai gudang atlet berbakat. Oleh karena itu, ia menjadwalkan kunjungan khusus ke wilayah Maluku dan Jayapura untuk memantau bakat-bakat terpendam secara langsung.
Misi Perburuan Talenta di Maluku dan Papua
Pelatih berusia 44 tahun ini menegaskan bahwa proses deteksi bakat atau talent detection menjadi prioritas utamanya saat ini. Ia tidak ingin melewatkan satu pun pemain potensial yang sekiranya layak mengenakan seragam Timnas Futsal Indonesia di masa depan.
“Sekarang secara personal saya akan ke Maluku dan Jayapura untuk mulai melakukan deteksi bakat,” ujar Hector Souto saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Semangat ini membuktikan bahwa ia ingin membangun fondasi tim yang lebih inklusif dan kompetitif.
Tidak hanya dirinya yang bergerak, Souto juga telah membagi tugas dengan jajaran staf kepelatihannya untuk menyisir wilayah lain. Salah satu asistennya bahkan telah berangkat menuju Aceh guna memantau talenta-talenta muda di ujung barat Indonesia tersebut.
Fokus Pemantauan Pro Futsal League dan Kategori U-17
Selain melakukan perjalanan ke berbagai daerah, Hector Souto tetap menaruh perhatian besar pada kompetisi domestik. Ia berencana memantau jalannya Pro Futsal League (PFL) secara intensif dalam tiga bulan ke depan untuk melihat konsistensi para pemain senior.
Pemantauan liga kasta tertinggi ini menjadi krusial karena juara kompetisi musim ini akan mendapatkan tiket ke Intercontinental Futsal Cup 2026 di Brasil. Momen ini menjadi sejarah baru bagi ekosistem futsal Indonesia karena untuk pertama kalinya klub lokal bisa bersaing di level dunia.
Souto juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini dengan memfokuskan deteksi bakat pada kategori umur di bawah 17 tahun (U-17). Ia berharap proses ini dapat menciptakan regenerasi yang berkesinambungan bagi Timnas Futsal Indonesia di masa mendatang.
Sinergi dengan Asosiasi Futsal Provinsi
Dalam menjalankan misi besar ini, Hector Souto menggandeng Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) di seluruh Indonesia sebagai mitra strategis. Kerja sama ini bertujuan agar proses penyaringan pemain berjalan lebih efektif dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Nantinya, setiap AFP akan melakukan pemantauan awal dan memilih sekitar 15 hingga 100 pemain terbaik di wilayah mereka masing-masing. Setelah data terkumpul, tim kepelatihan nasional akan mendatangi 38 provinsi tersebut untuk melakukan seleksi tahap akhir secara profesional.
Souto memegang teguh prinsip bahwa tidak boleh ada talenta hebat yang tersia-siakan hanya karena masalah akses atau lokasi geografis. Ia berkomitmen penuh untuk mendatangi daerah-daerah kecil demi menemukan mutiara hitam yang bisa memperkuat Timnas Futsal Indonesia.
Target jangka panjang dari mantan pelatih Bintang Timur Surabaya ini adalah terbentuknya liga divisi usia muda yang teratur di setiap daerah. Dengan adanya kompetisi yang rutin, proses deteksi bakat secara alami akan terbentuk dan memudahkan pelatih nasional dalam memilih pemain terbaik.