Uptodai.com - Menjelang penutup tahun fiskal 2025, pasar otomotif nasional dikejutkan oleh data kontras yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Data tersebut menunjukkan bahwa Penjualan Mitsubishi Destinator Melonjak signifikan, mendominasi segmen SUV 7-penumpang dengan mesin turbo.

SUV yang diluncurkan pertama kali di Indonesia ini berhasil mengungguli rival-rivalnya, termasuk model impor yang memiliki reputasi kuat. Fenomena ini sekaligus menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen yang mulai mencari kendaraan dengan spesifikasi tinggi namun tetap menawarkan harga yang lebih rasional.

Analisis Data Penjualan Gaikindo November 2025

Data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) untuk bulan November 2025 menjadi bukti nyata dominasi Destinator. Mobil yang diproduksi lokal oleh Mitsubishi ini berhasil mengirimkan total 1.814 unit ke seluruh jaringan diler di Indonesia.

Angka ini mencerminkan peningkatan tipis namun konsisten sebesar 2 persen dibandingkan capaian bulan Oktober yang hanya mencatatkan 1.772 unit. Kenaikan ini mengindikasikan penerimaan pasar yang sangat positif terhadap kehadiran Destinator.

Di sisi lain, nasib kurang beruntung dialami oleh Honda CR-V Turbo, pesaing yang secara tidak langsung berada di segmen serupa. Distribusi CR-V yang berstatus CBU (Completely Built Up) impor anjlok drastis pada bulan yang sama, hanya mencatatkan 17 unit.

Padahal, pada bulan sebelumnya, SUV andalan Honda ini masih mampu mencapai angka 30 unit. Penurunan tajam ini semakin memperlebar jurang penjualan antara dua SUV yang sama-sama mengandalkan mesin 1.500cc turbo tersebut.

Pertarungan Spesifikasi di Kelas SUV 1.5L Turbo

Meskipun bersaing di segmen SUV dengan konfigurasi tiga baris dan mesin turbo, perbedaan harga kedua model ini memang ibarat langit dan bumi. Destinator menawarkan empat varian dengan rentang harga yang sangat kompetitif, mulai dari tipe GLX Rp395 juta hingga Ultimate Premium Rp505 juta.

Sebaliknya, Honda CR-V Turbo dipatok pada harga tunggal yang jauh lebih tinggi, yakni Rp759 juta. Selisih harga ratusan juta rupiah ini tentu menjadi pertimbangan utama bagi konsumen Indonesia.

Secara spesifikasi teknis, keduanya mengandalkan jantung pacu turbo, namun dengan karakter keluaran tenaga yang berbeda. Mesin Destinator, yang mengadopsi enjin dari Eclipse Cross dengan teknologi dual injection, menghasilkan torsi superior sebesar 250 Nm, meskipun tenaga puncaknya 163 PS.

Sementara itu, mesin DOHC VTEC pada CR-V Turbo unggul dalam tenaga puncak, mencapai 190 PS. Namun, torsi maksimal CR-V sedikit di bawah Destinator, yakni 240 Nm. Keduanya sama-sama menggunakan transmisi matik jenis CVT (Continously Variable Transmission) dengan sumber penggerak roda depan.

Faktor Kunci Destinator Unggul di Pasar

Selain faktor harga yang sangat jauh berbeda, Destinator juga unggul dalam kelengkapan fitur berkendara yang disematkan. SUV baru Mitsubishi ini dilengkapi dengan lima mode berkendara, mirip seperti yang ada pada XForce, yaitu Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud.

Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengemudi untuk menyesuaikan mobil dengan berbagai kondisi jalan di Indonesia. Berbeda halnya dengan CR-V yang hanya menawarkan mode ECON, Normal, dan Sport.

Dari segi dimensi, kedua mobil ini memiliki ukuran yang tidak terpaut jauh. Namun, Destinator unggul dalam ground clearance (214 mm) dan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.815 mm, yang menjanjikan ruang kabin lebih lega, khususnya untuk baris ketiga.

Keunggulan harga yang signifikan, ditambah dengan spesifikasi mesin yang kompetitif di sisi torsi, menjadi faktor penentu utama yang mendorong Penjualan Mitsubishi Destinator Melonjak drastis. Kombinasi paket lengkap, produksi lokal, dan harga yang bersahabat terbukti lebih menarik minat konsumen menjelang akhir tahun 2025.