Uptodai.com - Teknologi penyimpanan data DNA kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah setelah peneliti asal China berhasil menciptakan terobosan revolusioner. Para ilmuwan dari Tiongkok ini memperkenalkan metode penyimpanan informasi digital yang tidak lagi mengandalkan piringan magnetik atau chip semikonduktor. Mereka justru memanfaatkan molekul dasar kehidupan untuk mengarsipkan data dalam skala raksasa.

Inovasi yang mereka beri nama ‘DNA Cassette Tape’ ini bekerja dengan cara menyatukan untaian DNA pada strip plastik sepanjang 100 meter. Bentuknya menyerupai kaset pita konvensional, namun memiliki kepadatan informasi yang sangat mencengangkan. Penemuan ini diprediksi akan menggeser dominasi perangkat penyimpanan konvensional yang saat ini mulai mencapai batas fisiknya.

Kapasitas Fantastis Melampaui Hard Disk Konvensional

Para peneliti mengeklaim bahwa satu gulungan pita sepanjang 100 meter tersebut mampu menampung hingga 362.000 terabyte data. Angka ini setara dengan penyimpanan sekitar 60 miliar foto atau 3 miliar lagu dalam satu genggaman. Kemampuan teknologi penyimpanan data DNA ini jelas melampaui kapasitas laptop modern yang rata-rata hanya memiliki ruang simpan 0,5 hingga 2 terabyte.

Jika membandingkannya dengan ponsel pintar, perbedaannya jauh lebih kontras karena HP biasanya hanya menyediakan ruang antara 128 GB hingga 512 GB. Tim peneliti menegaskan bahwa DNA berpotensi kuat menjadi media penyimpanan informasi generasi berikutnya. Hal ini dikarenakan DNA memiliki kepadatan penyimpanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan material padat mana pun yang pernah dibuat manusia.

Konfigurasi gulungan pita ini sengaja dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang material secara efisien. Dengan meningkatkan panjang pita, para ilmuwan dapat memperluas kapasitas penyimpanan tanpa harus memperbesar ukuran fisik perangkat secara signifikan. Langkah ini menjadi solusi cerdas di tengah ledakan data global yang membutuhkan ruang simpan semakin masif setiap tahunnya.

Ketahanan Data hingga Ribuan Tahun

Selain kapasitas yang luar biasa, teknologi penyimpanan data DNA buatan China ini menawarkan tingkat keawetan yang sangat tinggi. Untaian DNA tersebut disimpan dalam kerangka organik logam yang disebut Metal-Organic Frameworks (MOF). Lapisan perlindungan khusus ini menjaga integritas molekul biologis dari kerusakan lingkungan luar yang ekstrem.

Berdasarkan hasil pengujian, pita penyimpanan data ini mampu bertahan lebih dari 345 tahun jika disimpan pada suhu ruangan normal. Ketahanannya bahkan meningkat drastis hingga 20.000 tahun apabila disimpan pada suhu stabil 0 derajat Celcius. Keunggulan ini membuat DNA menjadi kandidat terbaik untuk pengarsipan data jangka panjang bagi peradaban manusia.

Uniknya, tim peneliti juga menemukan cara praktis untuk mengatasi kerusakan fisik pada pita tersebut. Apabila pita mengalami robekan atau kerusakan, pengguna cukup menyambungkannya kembali menggunakan perekat transparan biasa. Kemudahan perbaikan ini memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan penggunaan media simpan biologis ini di masa depan.

Mekanisme Pemindaian dan Pembacaan Data

Proses pembacaan data pada sistem ini melibatkan teknologi pemindaian yang sangat presisi dan terstruktur. Setiap bagian pita memiliki kode batang (barcode) khusus yang berfungsi sebagai penunjuk identitas file yang tersimpan di dalamnya. Sebuah kamera khusus akan ditempatkan pada mesin pemutar yang menyerupai perangkat pemutar kaset klasik.

Mesin tersebut akan memindai pita saat bergerak di antara dua rol untuk menemukan lokasi file yang diinginkan secara otomatis. Setelah lokasi ditemukan, bagian pita tersebut akan dicelupkan ke dalam larutan basa untuk melepaskan molekul DNA dari kerangkanya. Proses ini merupakan langkah awal sebelum data biologis tersebut dikonversi kembali menjadi informasi digital.

DNA yang telah terlepas kemudian akan melalui proses pengurutan (sequencing) untuk membaca urutan basanya. Urutan basa inilah yang nantinya diterjemahkan kembali menjadi kode biner atau file yang bisa dibaca oleh komputer. Melalui inovasi teknologi China terbaru ini, dunia kini memiliki alternatif penyimpanan data yang lebih hijau, padat, dan tahan lama.