Uptodai.com - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap nasib nelayan tradisional yang hingga kini masih menghadapi berbagai kendala operasional di laut. Dalam pidatonya, Kepala Negara menyoroti betapa ironisnya kehidupan para pencari nafkah di laut yang kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti es batu dan bahan bakar minyak jenis solar. Persoalan klasik ini dinilai sangat menghambat produktivitas serta kesejahteraan masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi memprihatinkan tersebut diungkapkan Presiden saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Prabowo menegaskan bahwa kekayaan laut Indonesia yang melimpah seharusnya bisa dirasakan langsung oleh para nelayan tanpa adanya hambatan logistik yang menyulitkan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen penuh untuk segera membenahi rantai pasok sektor perikanan dari hulu hingga ke hilir.

Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Nelayan Guna Atasi Krisis Logistik

Selama ini, para nelayan harus bertaruh nyawa di tengah lautan demi menyediakan sumber protein bagi masyarakat. Namun, perjuangan keras tersebut sering kali tidak sebanding dengan hasil yang mereka bawa pulang akibat minimnya fasilitas pengawet hasil tangkapan. Tanpa pasokan es batu yang cukup, kualitas ikan tangkapan cepat menurun sehingga harga jualnya merosot tajam di pasaran.

Selain masalah es batu, kelangkaan solar bersubsidi juga menjadi momok menakutkan yang membatasi daya jangkau kapal-kapal tradisional. Banyak kapal akhirnya terpaksa bersandar di pelabuhan karena tidak mendapatkan bahan bakar yang memadai untuk melaut. Situasi sulit inilah yang mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah intervensi nyata secara masif.

Pembangunan Ribuan Cold Storage dan SPBU Khusus di Desa Pesisir

Untuk mengatasi masalah sistemik ini, Presiden Prabowo menjanjikan program pembangunan infrastruktur besar-besaran di wilayah pesisir. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas pendukung di 5.000 desa nelayan dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memotong jalur distribusi logistik yang selama ini merugikan nelayan kecil.

Pada tahun pertama ini, pemerintah berencana meresmikan infrastruktur di 1.386 desa nelayan terlebih dahulu. Setiap desa nantinya akan dilengkapi dengan instalasi pembuat es batu mandiri serta ruang pendingin atau cold storage berskala memadai. Kehadiran fasilitas modern ini bertujuan menjaga kesegaran ikan tangkapan agar tetap bernilai jual tinggi saat sampai ke tangan konsumen.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus nelayan di setiap desa sasaran. Keberadaan SPBU khusus ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan solar secara konsisten dengan harga yang ramah di kantong. Melalui integrasi fasilitas ini, pemerintah optimistis taraf hidup masyarakat pesisir akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.