Uptodai.com - Dunia internasional mengecam keras tindakan kepolisian Israel setelah sejumlah aktivis Global Sumud ditahan secara paksa di perairan internasional. Aparat keamanan memaksa para relawan kemanusiaan tersebut berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung saat tiba di Pelabuhan Ashdod.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan insiden keji tersebut secara jelas kepada publik dunia. Rekaman itu menunjukkan bagaimana para relawan mendapatkan perlakuan kasar serta intimidasi fisik yang sangat tidak manusiawi dari aparat bersenjata.

Kronologi Penangkapan Relawan Kapal Bantuan Gaza Ditangkap

Aparat keamanan Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan tersebut di perairan internasional dekat Siprus saat sedang berlayar menuju Jalur Gaza. Pasukan bersenjata langsung mengepung kapal dan memaksa seluruh penumpang menyerah di bawah ancaman senjata laras panjang.

Pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa sekitar 430 relawan dari berbagai penjuru dunia. Mayoritas penumpang merupakan warga negara asing, termasuk dari Italia, Korea Selatan, hingga beberapa negara Asia lainnya.

Setelah menguasai kapal secara sepihak, militer menggiring kapal tersebut menuju pelabuhan Israel untuk proses interogasi lebih lanjut. Di sinilah tindakan kejam terhadap para relawan kapal bantuan Gaza ditangkap mulai terjadi secara sistematis di bawah pengawasan ketat aparat.

Provokasi Itamar Ben-Gvir Memperkeruh Konflik Israel dan Palestina

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, terlihat hadir langsung di lokasi penahanan untuk memantau situasi. Kehadiran pejabat sayap kanan tersebut dinilai sengaja untuk memamerkan kekuatan militer dan mengintimidasi para relawan kemanusiaan.

Ben-Gvir bahkan mengunggah video provokatif melalui akun pribadi miliknya di platform X yang memperlihatkan para tawanan tak berdaya. Ia tampak berjalan dengan angkuh sambil membawa bendera Israel berukuran besar di depan barisan relawan yang sedang berlutut.

“Mereka datang sebagai pahlawan besar, namun lihatlah mereka sekarang yang bukan apa-apa,” ujar Ben-Gvir dengan nada mengejek. Sikap arogan menteri tersebut langsung memicu kemarahan publik dan memperuncing sentimen negatif dalam konflik Israel dan Palestina.

Nasib WNI dalam Insiden Penahanan Aktivis Global Sumud

Laporan awal menyebutkan bahwa ada sekitar tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang diduga ikut serta dalam pelayaran kemanusiaan ini. Namun, otoritas terkait masih terus melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan keselamatan fisik mereka di lapangan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) kini tengah bergerak cepat untuk melakukan konfirmasi resmi dengan pihak-pihak terkait. KBRI di wilayah terdekat juga terus berkoordinasi guna mendapatkan akses konsuler bagi para korban.

Tindakan pencegatan di perairan internasional ini jelas melanggar hukum laut internasional dan konvensi hak asasi manusia. Komunitas global kini mendesak agar seluruh relawan segera bebas tanpa syarat demi menghindari eskalasi ketegangan yang lebih luas.