Uptodai.com - Perkembangan industri otomotif global kini melahirkan inovasi baru lewat kehadiran teknologi mobil listrik REEV (Range Extended Electric Vehicle). Kehadiran teknologi ini menjadi jembatan menarik bagi konsumen yang masih ragu beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik murni. Sistem ini menawarkan solusi cerdas di tengah keterbatasan infrastruktur pengisian daya yang belum merata di berbagai daerah.

Banyak pengendara di Indonesia yang masih merasa cemas akan jarak tempuh baterai saat melakukan perjalanan jauh. Oleh karena itu, pabrikan otomotif mulai melirik sistem ini sebagai opsi transisi yang paling realistis. Melalui pendekatan ini, pengguna tetap bisa menikmati sensasi berkendara senyap tanpa perlu khawatir mogok di tengah jalan.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Range Extended Electric Vehicle?

Secara teknis, sistem range extended electric vehicle ini mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama roda kendaraan. Hal ini sangat berbeda dengan sistem hybrid konvensional yang membagi tugas antara mesin bensin dan motor listrik untuk memutar roda. Pada mobil REEV, mesin pembakaran internal sama sekali tidak terhubung ke sistem transmisi roda.

Fungsi utama dari mesin bensin tersebut murni hanya sebagai generator atau genset berjalan. Ketika daya baterai mulai menipis, mesin bensin akan otomatis menyala untuk menghasilkan energi listrik. Aliran listrik ini kemudian disalurkan langsung ke baterai untuk menjaga pasokan daya tetap stabil selama perjalanan.

Solusi Mobil Listrik Ramah Lingkungan Tanpa Khawatir Jarak Tempuh

Keunggulan utama dari teknologi ini terlihat jelas pada efisiensi penggunaan bahan bakar dan fleksibilitas berkendara. Sebagai contoh, model Deepal S05 REEV mampu menempuh jarak hingga 170 kilometer hanya dengan mengandalkan mode listrik murni. Jarak tersebut tentu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian di dalam kota besar.

Menariknya, daya jelajah kendaraan ini bisa melonjak drastis hingga lebih dari 1.200 kilometer saat generator bensin aktif beroperasi. Kombinasi pintar ini membuat pengemudi tidak perlu sering mencari stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Kelebihan tersebut menjadikan REEV sebagai alternatif mobil listrik ramah lingkungan yang sangat praktis untuk perjalanan antarkota.

Perbedaan Mendasar REEV dengan Mobil Hybrid Biasa

Masyarakat sering kali menyamakan teknologi REEV dengan Hybrid Electric Vehicle (HEV) biasa, padahal keduanya memiliki perbedaan prinsip kerja yang signifikan. Pada sistem HEV, roda kendaraan masih digerakkan secara bergantian atau bersamaan oleh mesin bensin dan motor listrik. Akibatnya, emisi yang dihasilkan HEV masih relatif lebih tinggi karena mesin bensin bekerja lebih aktif.

Sebaliknya, REEV menawarkan emisi yang jauh lebih rendah karena mesin bensinnya bekerja pada putaran mesin yang konsisten dan optimal hanya untuk mengisi baterai. Selain itu, jika dibandingkan dengan Battery Electric Vehicle (BEV) murni, REEV memberikan rasa aman ekstra. Pengguna tidak akan terjebak dalam kecemasan kehabisan daya baterai saat berada di wilayah terpencil yang minim infrastruktur pengisian daya.