Uptodai.com - Perjalanan karier kiper Persib Teja Paku Alam di bawah mistar gawang Maung Bandung ternyata menyimpan kisah perjuangan yang penuh dengan ketidakpastian. Di balik kesuksesannya membawa tim meraih gelar juara, ia sempat memendam kekhawatiran mendalam mengenai masa depannya di klub.

Pemain asal Sumatra Barat ini bahkan sempat berpikir bahwa dirinya hanya akan menjadi penghias bangku cadangan yang abadi. Namun, takdir berkata lain setelah kerja kerasnya berbuah manis pada musim kompetisi 2025/2026.

Tantangan Berat Kiper Persib Teja Paku Alam Menembus Skuad Utama

Pada awal musim, posisi penjaga gawang utama Persib Bandung memang menghadirkan persaingan yang sangat sengit. Setelah kepergian Kevin Mendoza, manajemen klub langsung bergerak cepat dengan mendatangkan kiper asal Wales, Adam Przybek. Kehadiran amunisi baru tersebut sempat membuat Teja merasa posisinya kian terancam dan sulit bersaing.

Namun, pelatih Bojan Hodak dan pelatih kiper Mario Jozic memberikan pendekatan yang berbeda untuk membakar semangatnya. Bojan sempat menemui Teja secara personal di pusat kebugaran untuk memberikan motivasi penting. Sang pelatih menegaskan bahwa ia tidak akan tebang pilih dalam menentukan siapa yang layak berdiri di bawah mistar.

Pesan tersebut menjadi titik balik krusial bagi Teja untuk kembali menemukan kepercayaan dirinya yang sempat goyah. Ia langsung melahap semua porsi latihan berat demi membuktikan kapasitasnya sebagai penjaga gawang nomor satu. Hasilnya, performa apik Teja di lapangan perlahan menyingkirkan keraguan tim pelatih.

Memecahkan Rekor Clean Sheet Liga 1 Sepanjang Sejarah

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang sangat fantastis bagi pertahanan tim kebanggaan Bobotoh. Teja tidak hanya berhasil mengamankan posisi utama, tetapi juga sukses mencatatkan rekor clean sheet Liga 1 yang baru. Ia berhasil menjaga gawangnya tetap suci sebanyak 18 kali dalam satu musim kompetisi.

Catatan tanpa kebobolan terbanyak ini resmi melampaui rekor legendaris milik mantan kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon, yang mengemas 17 laga tanpa kebobolan. Teja mengaku sama sekali tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini pada awal musim. Pencapaian bersejarah ini terasa semakin lengkap dengan raihan trofi juara beruntun bagi Persib.

Persib Bandung harus mengunci gelar juara lewat perjuangan dramatis hingga pertandingan pekan terakhir. Mereka harus bersaing ketat dengan Borneo FC yang memiliki perolehan poin sama kuat, yaitu 79 poin. Tekanan mental yang sangat besar akhirnya sirna setelah peluit panjang tanda berakhirnya laga berbunyi.

Konsistensi Meraih Gelar Juara Beruntun Bersama Maung Bandung

Sejak bergabung pada musim 2020, Teja memang telah merasakan berbagai dinamika pasang surut bersama Persib. Setiap musim juara yang ia lalui selalu menghadirkan cerita unik dan tantangan yang berbeda-beda. Pada musim 2022/2023 misalnya, mereka harus berjuang keras melewati format kompetisi Championship Series yang melelahkan.

Sementara pada musim berikutnya, Teja justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan akibat cedera parah. Kondisi tersebut membuatnya sempat kehilangan menit bermain dan harus merelakan posisinya kepada kiper lain. Berkat ketekunan dalam menjalani pemulihan, ia akhirnya mampu bangkit dan kembali ke performa puncak pada musim ini.