Cara Pemerintah dan GoTo Salurkan Bansos Digital Lebih Akurat
Uptodai.com - Program kemitraan strategis dalam penyaluran bansos digital GoTo resmi diperkenalkan untuk meningkatkan akurasi penerima manfaat di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Sosial menggandeng raksasa teknologi GoTo guna mengintegrasikan sistem verifikasi mutakhir. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah klasik distribusi bantuan sosial yang kerap salah sasaran akibat data yang tidak diperbarui.
CEO GoTo Hans Patuwo menjelaskan bahwa kolaborasi ini memanfaatkan teknologi deteksi keaktifan wajah atau liveness detection. Sistem ini mampu memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan langsung oleh manusia secara real-time, bukan menggunakan foto atau manipulasi digital. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan dukungan penuh terhadap implementasi teknologi ini demi memperkuat validasi data nasional.
Uji Coba Teknologi Verifikasi Wajah
Sebagai langkah awal, GoTo memberikan dukungan berupa 5 juta hits verifikasi secara gratis untuk masa uji coba. Program uji coba ini sebenarnya telah dikembangkan sejak tahun 2022 di 42 kabupaten/kota dengan tingkat keberhasilan mencapai 98,4 persen. Kendati demikian, Gus Ipul mengingatkan jajarannya untuk segera menyusun perencanaan anggaran jangka panjang setelah kuota gratis tersebut habis digunakan.
Selain sistem verifikasi wajah, audiensi tersebut juga membahas potensi pemanfaatan ekosistem GoPay sebagai media penyaluran dana bantuan secara langsung. Distribusi digital dinilai jauh lebih efisien karena memangkas rantai birokrasi yang panjang dan rawan pemotongan oleh pihak ketiga. Dengan metode ini, dana bantuan sosial dapat langsung masuk ke dompet digital penerima dengan aman dan transparan.
Sinergi Teknologi untuk Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul turut memperkenalkan program Sekolah Rakyat yang dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini menyasar anak putus sekolah, anak terlantar, serta mereka yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan formal. Kementerian Sosial berharap GoTo dapat ikut berkontribusi menyediakan infrastruktur teknologi untuk mendukung pengelolaan operasional sekolah tersebut.
Dukungan teknologi yang diharapkan meliputi sistem manajemen sekolah terpadu, pemantauan aktivitas belajar siswa, hingga pengelolaan transaksi keuangan digital yang aman. Integrasi teknologi dalam sektor pendidikan dan sosial ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengentasan kemiskinan yang lebih terukur. Gus Ipul menegaskan bahwa keamanan sistem informasi menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar dalam kolaborasi ini.