4 Perusahaan Terancam PHK Massal, Said Iqbal Ungkap Datanya
Uptodai.com - Isu mengenai ancaman PHK massal kini kembali menghantui sektor industri manufaktur di Indonesia akibat ketidakpastian ekonomi global yang terus memburuk. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, membeberkan setidaknya ada empat perusahaan besar yang kini berada di ujung tanduk. Situasi sulit ini dipicu oleh penurunan permintaan pasar ekspor serta hambatan impor bahan baku yang krusial bagi keberlangsungan produksi.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, menjadi faktor utama yang memperlambat laju ekonomi dunia saat ini. Banyak negara tujuan ekspor Indonesia mulai membatasi anggaran belanja mereka, yang berdampak langsung pada penurunan volume pesanan pabrik-pabrik lokal secara drastis. Kondisi ini diperparah oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang membuat biaya impor bahan baku penunjang industri semakin membengkak tidak terkendali.
Krisis Likuiditas PT Pakerin Mojokerto
Salah satu entitas yang menghadapi situasi paling kritis adalah PT Pakerin yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur. Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan, pabrik kertas raksasa ini terpaksa menghentikan operasionalnya secara total. Akibatnya, sekitar 2.500 pekerja kini terancam kehilangan mata pencaharian mereka dalam waktu dekat.
Masalah utama yang dihadapi PT Pakerin bukanlah ketiadaan pasar, melainkan tertahannya modal kerja senilai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun di bank yang dilikuidasi. Dana operasional tersebut kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan belum dicairkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tanpa adanya aliran dana segar tersebut, manajemen perusahaan sama sekali tidak mampu membeli bahan baku untuk melanjutkan produksi.
Dampak Sistemik Terhadap Sektor Perbankan
Kasus pembekuan dana ini memperlihatkan betapa rentannya sektor riil ketika terjadi guncangan pada institusi keuangan penopangnya. Ketika sebuah bank mengalami likuidasi, proses birokrasi penyelamatan dana nasabah korporat sering kali memakan waktu yang sangat lama. Keterlambatan pencairan dana oleh LPS ini akhirnya mengorbankan ribuan nasib buruh yang menggantungkan hidupnya pada kelancaran arus kas perusahaan.
Dampak dari berhentinya operasional pabrik ini ternyata langsung memicu efek domino yang merusak perekonomian masyarakat sekitar Mojokerto. Banyak warung makan, kios pasar, dan usaha kos-kosan di sekitar wilayah industri terpaksa gulung tikar karena kehilangan pelanggan setianya. Hal ini membuktikan bahwa krisis industri manufaktur tidak hanya memukul para buruh, tetapi juga melumpuhkan sektor informal di sekitarnya.
Daftar Perusahaan Lain yang Terancam
Selain PT Pakerin, Said Iqbal juga menyebutkan tiga perusahaan lain yang berada dalam kondisi serupa. Perusahaan tersebut adalah PT Fengtai yang berbasis di Kabupaten Bandung, serta dua perusahaan komponen otomotif, yakni PT J dan PT S yang beroperasi di Jawa Timur. Keempat korporasi ini sama-sama berorientasi ekspor dan sangat bergantung pada stabilitas rantai pasok global yang kini sedang terganggu.
Untuk mengantisipasi skenario terburuk, KSPI telah berkoordinasi dengan Dirjen PHI Kemnaker dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak normatif buruh dan upah yang berjalan tetap dibayarkan melalui rekening penampungan khusus. Said Iqbal juga mendesak Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk segera memanggil pihak LPS agar dana modal kerja industri tersebut bisa segera diselamatkan.