Motor Ojol Diangkut Dishub Jaktim Akhirnya Dikembalikan
Uptodai.com - Insiden mengenai motor ojol diangkut dishub di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, sempat memicu simpati mendalam dari warganet setelah videonya viral di media sosial. Pengemudi ojek online bernama Sulis Agung Wibowo tampak menangis histeris sembari membawa bungkusan makanan milik pelanggan yang baru saja diambilnya. Ia memohon agar kendaraan yang menjadi satu-satunya mata pencaharian untuk menghidupi keluarga tersebut tidak dibawa oleh petugas. Namun, karena prosedur penertiban sudah berjalan, petugas tetap menaikkan motor tersebut ke atas mobil derek.
Kejadian ini menyoroti dilema nyata yang sering dihadapi oleh para pengemudi ojek daring di kota-kota besar seperti Jakarta. Di satu sisi, mereka dituntut untuk bergerak cepat demi mengejar waktu pengiriman makanan agar tetap hangat dan memuaskan pelanggan. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas kantong parkir gratis atau sementara di sekitar pusat kuliner memaksa mereka mengambil risiko parkir di bahu jalan atau trotoar. Akibatnya, benturan antara penegakan hukum lalu lintas dan tuntutan mencari nafkah menjadi pemandangan yang tak terhindarkan.
Langkah Sudinhub Jaktim Menyelesaikan Masalah
Merespons kegaduhan yang terjadi di ruang publik, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, segera mengambil tindakan persuasif. Pada Sabtu (20/6/2026), Harlem beserta jajarannya secara langsung mendatangi kediaman Sulis untuk meluruskan kronologi kejadian sekaligus menyampaikan permohonan maaf. Pihak Dishub menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk empati sekaligus komitmen untuk melakukan evaluasi internal. Mereka berharap ke depannya proses penertiban di lapangan dapat dilakukan dengan cara yang lebih humanis tanpa mengabaikan aturan hukum.
Harlem menjelaskan bahwa penindakan tersebut murni dilakukan karena kendaraan terbukti parkir di atas trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Demi menjaga keselamatan semua pihak di lokasi yang ramai, petugas mengarahkan Sulis untuk menyelesaikan persoalan ini langsung di kantor dinas. Sulis sendiri dengan berjiwa besar mengakui kesalahannya karena telah memarkirkan motor di tempat yang dilarang oleh undang-undang. Ia juga mengklarifikasi bahwa sepeda motornya tidak ditahan lama, melainkan sudah dikembalikan pada hari yang sama setelah proses administrasi selesai.
Pentingnya Solusi Jangka Panjang untuk Parkir Ojol
Kasus ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan penyedia aplikasi ojek online untuk berkolaborasi menyediakan solusi konkret. Penyediaan titik jemput (pick-up point) dan area parkir khusus ojol yang strategis dinilai sangat mendesak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Dengan adanya fasilitas penunjang yang memadai, para pengemudi ojol dapat bekerja dengan tenang tanpa harus melanggar ketertiban umum. Keselarasan antara penegakan aturan dan penyediaan solusi fasilitas publik menjadi kunci utama terciptanya ketertiban kota yang harmonis.