Uptodai.com - Dampak nyata dari kerusakan akibat perang Trump di Iran kini mulai dirasakan secara global meskipun kesepakatan damai telah ditandatangani di Swiss. Donald Trump mengklaim kemenangan sepihak melalui media sosialnya dengan menyebut bahwa ekonomi dunia kini kembali aman dan stabil. Namun, data di lapangan menunjukkan realitas yang jauh berbeda dan menyakitkan bagi banyak negara.

Pembengkakan Biaya Militer Pentagon

Berdasarkan analisis awal dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), biaya langsung perang ini mencapai US$40 miliar atau sekitar Rp712 triliun. Angka fantastis tersebut baru mencakup kerusakan fisik pangkalan militer, amunisi, dan peralatan tempur yang hancur. Pihak Pentagon bahkan telah mengajukan dana darurat tambahan sebesar US$80 miliar untuk menutupi pembengkakan anggaran operasional.

Amunisi Menipis dan Harga BBM Melambung

Sebagian besar pengeluaran militer Amerika Serikat habis terkuras untuk membeli amunisi canggih berbiaya tinggi. Militer AS dilaporkan telah meluncurkan sekitar seribu unit rudal Tomahawk yang sangat mahal selama konflik berlangsung. Akibatnya, stok senjata strategis negara tersebut kini menipis dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan kembali.

Krisis Energi dan Efek Domino di Eropa

Di sisi lain, krisis energi yang dipicu oleh konflik ini telah memaksa beberapa negara Eropa menetapkan status darurat nasional. Sekolah-sekolah terpaksa ditutup dan berbagai acara publik dibatalkan demi menghemat pasokan bahan bakar yang kian menipis. Lonjakan harga BBM global ini menciptakan efek domino yang memukul sektor transportasi dan logistik internasional.

Inflasi Global dan Merosotnya Kepercayaan Konsumen

Cadangan minyak dunia yang merosot tajam juga memicu inflasi ekstrem di berbagai belahan bumi, menurunkan kepercayaan konsumen ke titik terendah. Meskipun Trump menjanjikan pemulihan ekonomi instan, para ekonom memperkirakan pemulihan ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah ini menyisakan trauma mendalam bagi stabilitas pasar keuangan global.