Viral Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang Korban
Uptodai.com - Kasus rasisme di Piala Dunia 2026 kembali mencoreng sportivitas sepak bola setelah seorang YouTuber asal Korea Selatan menjadi korban tindakan diskriminatif. Korban bernama Yoon Su-jin, atau yang populer dengan nama InoCat, mengalami pelecehan rasial saat menonton laga fase grup di Guadalajara, Meksiko. Menanggapi insiden yang viral tersebut, FIFA langsung mengambil tindakan tegas dengan memberikan undangan resmi kepada InoCat untuk menghadiri pertandingan berikutnya.
Insiden tidak menyenangkan ini terjadi ketika InoCat sedang menyaksikan laga antara Korea Selatan melawan Republik Ceko pada 11 Juni lalu. Dalam rekaman video yang diunggahnya, seorang pria lokal tampak sengaja menarik sudut matanya ke samping di depan kamera. Gestur tersebut dikenal luas secara global sebagai tindakan bernuansa rasis yang sangat melecehkan masyarakat keturunan Asia.
Netizen dari berbagai belahan dunia segera mengecam aksi tersebut hingga berhasil mengidentifikasi identitas pelaku. Pria itu diketahui bernama Ulises Fernando Bernal Miramontes, yang menjabat sebagai Presiden College of Topographic and Geodetic Engineers of the State of Jalisco (CITGEJ). Akibat tekanan publik yang masif, Miramontes akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya dan merilis video permintaan maaf secara terbuka di media sosial.
Respons Tegas FIFA dan Kampanye Anti-Diskriminasi
FIFA tidak tinggal diam dan langsung memblokir akun tiket milik pelaku agar tidak bisa lagi mengakses stadion selama turnamen berlangsung. Langkah cepat ini sejalan dengan protokol ketat FIFA yang berkomitmen memberantas segala bentuk diskriminasi di dalam maupun di luar lapangan hijau. Federasi sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kebencian dalam pesta olahraga terbesar di dunia ini.
Undangan khusus untuk InoCat ini juga diberikan bertepatan dengan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian yang diperingati setiap tanggal 18 Juni. FIFA memanfaatkan momentum laga Korea Selatan melawan Meksiko pada 19 Juni untuk menyebarkan pesan perdamaian dan inklusivitas. Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran suporter global mengenai pentingnya menghargai keberagaman budaya dalam sepak bola.
Hubungan antara suporter Meksiko dan Korea Selatan sebenarnya sempat sangat harmonis, terutama setelah Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, kemenangan mengejutkan Korea Selatan atas Jerman membantu meloloskan Meksiko ke babak gugur, memicu perayaan bersama yang hangat di berbagai kota. Insiden rasisme kali ini tentu menjadi ironi pahit yang sangat disayangkan oleh komunitas pencinta sepak bola dari kedua negara.
Harapan Baru untuk Inklusivitas Sepak Bola
Kini, InoCat yang memiliki lebih dari 6,6 juta pelanggan di YouTube telah mengonfirmasi kehadirannya dalam laga panas tersebut. Kehadirannya di tribun kehormatan diharapkan menjadi simbol perlawanan global terhadap tindakan xenofobia di stadion olahraga. Melalui langkah nyata ini, FIFA ingin membuktikan bahwa sepak bola harus tetap menjadi pemersatu bangsa, bukan pemecah belah.