Zlatan Ibrahimovic Ungkap Biang Kerok Belanda Gugur di PD 2026
Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang setelah Belanda gugur dari Piala Dunia 2026 usai ditumbangkan Maroko lewat babak adu penalti yang dramatis. Kekalahan tragis di babak 32 besar ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pencinta sepak bola dunia. Salah satu kritik paling pedas datang dari legenda hidup Swedia, Zlatan Ibrahimovic, yang secara terbuka menunjuk sosok utama di balik kegagalan tersebut.
Laga yang berlangsung di Estadio Monterrey, Meksiko, sebenarnya sempat berpihak pada De Oranje berkat gol emosional Cody Gakpo pada menit ke-72. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika setelah bek Maroko, Issa Diop, menyamakan kedudukan di masa injury time. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu selesai, memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan yang menegangkan.
Dalam drama adu penalti tersebut, mental para pemain Belanda tampaknya runtuh di hadapan kiper Maroko. Tiga eksekutor De Oranje, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. Kegagalan ini memastikan langkah anak asuh Ronald Koeman terhenti lebih cepat dari target yang dicanangkan.
Zlatan Ibrahimovic Sebut Ronald Koeman Hilangkan Identitas Tim
Melihat hasil minor tersebut, Zlatan Ibrahimovic tidak bisa menyembunyikan rasa amarahnya terhadap taktik yang diterapkan oleh Ronald Koeman. Mantan striker AC Milan itu menilai sang pelatih telah membuang filosofi menyerang yang menjadi ciri khas sepak bola Belanda. Menurut Zlatan, perubahan formasi yang terlalu defensif justru menjadi bumerang yang mematikan bagi De Oranje.
“Saya pikir kekalahan ini adalah tanggung jawab Koeman karena saya tidak mengenali tim Belanda yang ini,” ujar Ibrahimovic kepada ESPN. Ia menambahkan bahwa bermain dengan identitas yang asing membuat permainan Belanda menjadi sangat monoton dan mudah diantisipasi lawan. Kritik ini sejalan dengan kekecewaan mendalam yang disuarakan oleh para pendukung Belanda di media sosial.
Perubahan Formasi yang Berujung Petaka
Sebelum laga krusial ini, Belanda tampil sangat produktif di fase grup dengan mengandalkan formasi menyerang 4-2-3-1 yang sukses menghasilkan 10 gol. Secara mengejutkan, Koeman justru beralih ke formasi ultra-defensif 5-2-2-1 saat menghadapi Maroko di fase gugur. Keputusan taktis yang dinilai terlalu pengecut ini akhirnya harus dibayar mahal dengan kegagalan total di turnamen empat tahunan tersebut.
Kini, masa depan Ronald Koeman di kursi kepelatihan Timnas Belanda berada di ujung tanduk seiring derasnya desakan untuk mundur. Publik sepak bola Belanda menuntut adanya reformasi taktik agar kejayaan Total Football bisa kembali di masa depan. Kegagalan tragis di Meksiko ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi federasi sepak bola Belanda (KNVB).