Uptodai.com - Meskipun menghadapi akhir pekan yang penuh drama di Sirkuit Jerez, Spanyol, peluang Kiandra Ramadhipa untuk merebut gelar juara dunia junior masih terbuka lebar. Pembalap muda berbakat asal Sleman, Yogyakarta ini berhasil mengamankan tambahan sembilan poin penting pada putaran ketiga Moto3 Junior World Championship 2026. Tampil di bawah bendera Honda Asia Dream Racing Junior Team, ia menunjukkan mentalitas pantang menyerah menghadapi cuaca ekstrem Eropa.

Ajang balap internasional ini dikenal sebagai kawah candradimuka bagi para pembalap muda sebelum menembus kelas utama MotoGP. Banyak alumni kejuaraan ini yang kini sukses menjadi bintang di kelas dunia, seperti Marc Marquez dan Fabio Quartararo. Oleh karena itu, konsistensi meraih poin di setiap seri menjadi modal krusial bagi Ramadhipa untuk menarik perhatian tim-tim besar dunia.

Tantangan Suhu Ekstrem di Race Pertama

Pada balapan pertama yang berlangsung di Sirkuit Jerez, suhu lintasan meroket hingga menyentuh angka 44 derajat Celsius. Ramadhipa yang memulai balapan dari posisi kelima sempat kehilangan momentum saat start dan melorot ke urutan kedelapan. Balapan bahkan sempat dihentikan sementara akibat insiden kecelakaan sebelum akhirnya dipangkas menjadi sepuluh putaran saja.

Setelah restart dilakukan, persaingan di barisan tengah menjadi jauh lebih agresif dan ketat. Pembalap binaan Astra Honda Motor ini sempat terlempar dari posisi sepuluh besar akibat sengitnya duel di lintasan. Namun, berkat ketenangan dan manajemen ban yang baik, ia perlahan bangkit hingga akhirnya berhasil finis di posisi ketujuh.

Drama Tikungan Terakhir di Race Kedua

Memasuki balapan kedua, tantangan fisik semakin berat karena suhu aspal meningkat ekstrem hingga mencapai 60 derajat Celsius. Ramadhipa yang menunggangi Honda NSF250RW melakukan start dengan sangat baik dan langsung menempel kelompok terdepan. Peluang naik podium terbuka lebar ketika dua pembalap di depannya mengalami insiden di pertengahan balapan.

Sangat disayangkan, impian naik podium di Jerez harus pupus secara dramatis pada putaran terakhir. Motor Ramadhipa bersenggolan dengan pembalap lain di tikungan pamungkas yang menyebabkannya terjatuh. Meski demikian, ia menunjukkan sportivitas tinggi dengan segera bangkit dan menuntaskan balapan di posisi ke-21.

Evaluasi dan Persiapan Menuju Magny-Cours

Ramadhipa mengakui bahwa balapan kali ini memberikan banyak pelajaran berharga untuk perkembangan karier balapnya. Ia bertekad untuk mempersiapkan fisik dan mental lebih kuat demi menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Magny-Cours, Prancis. Kerja keras tim mekanik juga akan difokuskan untuk meningkatkan performa motor agar lebih kompetitif.

Dukungan penuh dari PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi pilar penting dalam perjalanan karier internasional Ramadhipa. Melalui program pembinaan yang terstruktur, AHM terus berkomitmen melahirkan talenta balap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Seri berikutnya di Prancis diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi sang pembalap muda untuk kembali naik podium.