Uptodai.com - Panggung Piala Dunia 2026 Lionel Messi diwarnai dengan ketegangan luar biasa setelah kapten timnas Argentina tersebut melayangkan kritik tajam kepada rekan-rekan setimnya. Langkah sang juara bertahan nyaris terhenti secara mengejutkan di babak 32 besar oleh tim debutan, Tanjung Verde. Meskipun akhirnya mengamankan kemenangan dramatis 3-2, performa buruk Albiceleste memicu kekhawatiran besar bagi sang megabintang.

Pertandingan sengit yang berlangsung di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu. Tanjung Verde tampil tanpa beban dan berhasil mengeksploitasi kelemahan taktis skuad asuhan Lionel Scaloni tersebut. Kegagalan koordinasi di lini tengah membuat raksasa Amerika Selatan ini kehilangan dominasi permainan dalam beberapa fase krusial.

Kelemahan Taktis dan Masalah Pressing Argentina

Seusai laga, Lionel Messi secara terbuka menyoroti buruknya organisasi pressing yang diterapkan oleh timnya sepanjang pertandingan. Menurut pemain berusia 39 tahun tersebut, jarak antarlini yang terlalu renggang menjadi celah besar yang mudah dimanfaatkan lawan. Akibatnya, para pemain Tanjung Verde dapat dengan leluasa menguasai bola dan membangun serangan berbahaya.

“Menurut saya kami tidak bisa melakukan pressing dengan baik karena jarak antarlini terlalu jauh di beberapa momen,” ujar Messi kepada media. Ia menambahkan bahwa masalah ini semakin terlihat jelas ketika Argentina mencoba membangun serangan dari area pertahanan sendiri. Jarak yang renggang antara bek tengah dan gelandang bertahan membuat mereka kerap kalah dalam duel perebutan bola.

Drama Lima Gol di Stadion Hard Rock

Laga ini sejatinya sempat berjalan mulus bagi Argentina ketika Lionel Messi membuka keunggulan terlebih dahulu di babak pertama. Namun, semangat pantang menyerah Tanjung Verde membuat mereka berhasil menyamakan kedudukan dan memaksakan babak tambahan. Lisandro Martinez sempat membawa Argentina unggul kembali sebelum gol spektakuler Sidny Cabral menyamakan skor menjadi 2-2.

Dewi fortuna akhirnya berpihak pada Argentina setelah gol bunuh diri Diney Burgos pada menit ke-111 memastikan kemenangan tipis mereka. Kemenangan susah payah ini menjadi alarm keras bagi Argentina jika ingin mempertahankan gelar juara mereka. Mereka kini harus segera berbenah sebelum menghadapi lawan yang lebih tangguh di babak 16 besar mendatang.

Tantangan Berat Menuju Babak 16 Besar

Sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022, ekspektasi publik terhadap Argentina tentu sangat tinggi di turnamen edisi kali ini. Turnamen ini juga digadang-gadang menjadi panggung internasional terakhir bagi Messi yang kini telah memasuki usia senja kariernya. Oleh karena itu, konsistensi taktik dan kedisiplinan bermain menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh skuad Albiceleste.