Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia maya setelah akun FA Malaysia diserang suporter Indonesia akibat tindakan tidak sportif dalam laga persahabatan kelompok umur. Pertandingan yang mempertemukan Timnas Indonesia U-17 melawan Malaysia U-17 di Stadion Manahan, Solo, pada Selasa (7/7/2026) tersebut berakhir dengan skor telak 3-0 untuk kemenangan skuad Garuda Muda. Namun, kemenangan manis ini ternoda oleh aksi brutal kapten tim lawan menjelang akhir pertandingan.

Tiga gol kemenangan Timnas Indonesia U-17 seluruhnya tercipta pada babak pertama melalui aksi gemilang Haikal Kamil Ramadhan, Dhamar Try Kusuma, dan I Dewa Gede Majesta. Memasuki babak kedua, Malaysia yang tertinggal defisit tiga gol mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk memperkecil ketertinggalan. Sayangnya, rapatnya barisan pertahanan Garuda Muda membuat para pemain Harimau Malaya Muda frustrasi hingga kerap memperagakan permainan keras.

Puncak frustrasi tim tamu terjadi pada menit-menit akhir babak kedua ketika kapten Malaysia U-17, Adam Muqri, melakukan pelanggaran yang sangat fatal. Ia sengaja melepaskan tendangan kungfu yang mendarat telak di tubuh pemain Indonesia, Chico Jericho, alih-alih merebut bola. Wasit asal Filipina, Clifford Postanes, tanpa ragu langsung mengganjar sang kapten dengan kartu merah langsung dari lapangan.

Dampak Rivalitas Klasik Indonesia dan Malaysia

Rivalitas panas antara Indonesia dan Malaysia memang selalu menyita perhatian publik sepak bola di Asia Tenggara, bahkan di level usia muda. Insiden kekerasan di lapangan hijau seperti ini sering kali memicu ketegangan emosional yang merembet hingga ke ranah digital. Banyak pihak menyayangkan sikap tidak sportif tersebut karena dapat merusak hubungan baik antar-federasi serta mencederai nilai-nilai dasar olahraga.

Kejadian ini juga memicu reaksi keras dari para penonton yang memadati Stadion Manahan, Solo, yang langsung menyoraki tindakan kasar tersebut. Atmosfer pertandingan yang semula kondusif seketika berubah menjadi tegang akibat provokasi yang tidak perlu di atas lapangan. Para pengamat sepak bola menilai bahwa pembinaan usia muda seharusnya lebih menekankan pada aspek respek dan sportivitas ketimbang sekadar mengejar kemenangan.

Reaksi Netizen di Media Sosial FAM

Akibat tindakan tidak terpuji Adam Muqri, kolom komentar di berbagai platform media sosial resmi milik Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) langsung dibanjiri kritik pedas. Banyak netizen Indonesia yang menyayangkan mengapa seorang kapten tim nasional justru memberikan contoh buruk bagi rekan-rekannya. Hingga saat ini, pihak FA Malaysia maupun sang pemain bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi atau permohonan maaf terkait insiden berbahaya tersebut.