Uptodai.com - Momen hangat tercipta saat pidato perdana Narendra Modi di DPR dibuka dengan ucapan “selamat siang” dalam bahasa Indonesia yang fasih. Perdana Menteri India tersebut menyampaikan sapaannya di hadapan para anggota DPR, MPR, dan DPD RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sontak, ucapan bersahabat ini langsung disambut dengan gemuruh tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang hadir.

Setelah memberikan sapaan pembuka yang mencuri perhatian, Modi melanjutkan pidatonya menggunakan bahasa India. Melalui penerjemah, ia mengungkapkan rasa bahagianya yang mendalam karena bisa berada di tengah-tengah para sahabat sejati di Indonesia. Modi juga menyampaikan salam hangat dari seluruh rakyat India untuk masyarakat Indonesia sebagai simbol persaudaraan yang erat.

Kehadiran pemimpin India ini di Kompleks Parlemen disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Turut mendampingi pula Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Ketua DPD Sultan Najamudin. Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan resmi Presiden Prabowo ke India pada Februari tahun lalu.

Akar Sejarah dan Kemitraan Strategis Komprehensif

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan India sebenarnya telah terjalin erat sejak era Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru. Kedua negara merupakan pelopor Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang melahirkan Gerakan Non-Blok. Di era modern ini, kemitraan strategis kedua negara semakin krusial, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik yang dinamis.

Sinergi Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Selain sektor pertahanan, ketahanan pangan juga menjadi isu krusial yang dibahas dalam pertemuan bilateral kali ini. Sebagai dua negara dengan populasi besar di Asia, kolaborasi dalam rantai pasok pangan dan pertanian dinilai sangat vital. Upaya ini diharapkan dapat memitigasi dampak perubahan iklim global terhadap sektor pertanian di kedua negara.

Kesepakatan Tujuh Sektor Kerja Sama Baru

Dalam kunjungan kali ini, kedua negara dijadwalkan untuk menandatangani tujuh kesepakatan kerja sama strategis baru. Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan dituangkan dalam bentuk perjanjian resmi dan nota kesepahaman (MoU). Sektor-sektor yang menjadi fokus utama meliputi pertahanan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan teknologi mutakhir.

Kerja sama di bidang teknologi diproyeksikan akan berfokus pada transformasi digital dan sistem pembayaran digital yang terintegrasi. Sementara itu, di sektor pertahanan, kedua negara berkomitmen meningkatkan latihan militer bersama dan kolaborasi industri pertahanan taktis. Langkah progresif ini diharapkan mampu membawa hubungan bilateral Jakarta dan New Delhi ke tingkat yang jauh lebih tinggi.