Uptodai.com - PT Chery Sales Indonesia akhirnya merilis hasil investigasi resmi mengenai penyebab Chery Tiggo Cross terbakar yang terjadi di wilayah Bandung baru-baru ini. Pabrikan otomotif asal China ini memastikan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak disebabkan oleh adanya kegagalan sistem maupun kerusakan komponen bawaan pabrik. Langkah cepat segera diambil oleh pihak manajemen sejak menerima laporan perdana pada tanggal 4 Juli 2026 demi menjaga kepuasan konsumen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam di diler resmi, api dipicu oleh selembar kain perca yang tertinggal di area sensitif kendaraan. Kain tersebut berada di dekat komponen lower arm serta exhaust manifold yang memiliki suhu sangat tinggi ketika mesin mobil beroperasi aktif. Akibat paparan panas ekstrem tersebut, kain perca tersebut memicu percikan api yang kemudian merembet hingga menyebabkan kebakaran pada unit SUV tersebut.

Sebagai informasi, Chery Tiggo Cross CSH merupakan salah satu lini sport utility vehicle (SUV) ramah lingkungan terbaru yang mengusung teknologi hybrid modern di pasar tanah air. Kendaraan ini dirancang dengan standar keselamatan global yang ketat guna melindungi pengemudi serta penumpang di berbagai kondisi jalan. Insiden ini pun menjadi sorotan mengingat reputasi Chery yang tengah menanjak pesat berkat keandalan teknologi dan fitur keselamatan aktif yang mereka tawarkan.

Meskipun insiden ini murni akibat kelalaian teknis non-pabrikan, Chery tetap menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan layanan purnajual terbaik bagi pelanggannya. Selama proses investigasi berlangsung, pabrikan tidak hanya mengamankan unit konsumen tetapi juga menyediakan mobil pengganti sementara. Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas harian sang pemilik kendaraan tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Pentingnya SOP Perawatan dan Edukasi Konsumen

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemilik kendaraan dan teknisi mengenai pentingnya menjaga kebersihan ruang mesin selama proses perawatan berkala. Sisa material seperti kain lap, oli yang tercecer, atau benda asing lainnya di area mesin yang panas dapat menjadi risiko fatal bagi keselamatan berkendara. Oleh karena itu, ketelitian dalam melakukan inspeksi akhir setelah servis menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Merespons temuan berharga ini, manajemen Chery berkomitmen untuk segera memperkuat edukasi keselamatan berkendara dan perawatan mandiri kepada para konsumennya. Selain itu, evaluasi menyeluruh akan segera diterapkan pada seluruh jaringan bengkel resmi mereka di Indonesia guna memperketat standar operasional prosedur (SOP). Program pelatihan ulang bagi para mekanik juga akan digalakkan demi meningkatkan kapabilitas dan ketelitian personel purnajual di lapangan.