Uptodai.com - Peristiwa tragis kecelakaan mclaren terbelah dua di Sukoharjo, Jawa Tengah, terus menyita perhatian publik tanah air. Insiden tunggal yang melibatkan supercar mewah McLaren 720S ini terjadi di Jalan Solo-Wonogiri, tepatnya di Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Mobil bernilai miliaran rupiah milik konten kreator game Febrian Paundra Alditama alias Andra ST tersebut hancur tak berbentuk.

Kronologi bermula saat kendaraan melaju dari arah Sukoharjo menuju Solo pada dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Setelah sempat berhenti di lampu merah simpang empat jalan Ciu, pengemudi diduga kehilangan kendali saat kembali memacu kendaraannya. Mobil kemudian oleng ke kiri, menghantam pagar, tiang wifi, hingga tiang listrik dengan sangat keras. Benturan hebat ini membuat bodi mobil sport tersebut langsung terbelah menjadi dua bagian.

Pihak Satlantas Polres Sukoharjo telah meminta keterangan dari Andra ST selaku pengemudi dalam insiden mengerikan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, sang konten kreator mengaku bahwa ia tidak mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi. Polisi menyebutkan bahwa kecepatan kendaraan saat itu diklaim masih berada di bawah angka 100 km/jam. Beruntung, Andra dan satu penumpangnya dilaporkan selamat dari maut meski mobil mereka hancur total.

Analisis Pakar Keselamatan Berkendara

Klaim kecepatan di bawah 100 km/jam tersebut langsung mendapat tanggapan skeptis dari praktisi keselamatan berkendara. Sony Susmana, selaku Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menegaskan bahwa kondisi fisik mobil pasca-tabrakan tidak bisa berbohong. Menurutnya, kerusakan ekstrem hingga kendaraan terbelah dua mengindikasikan adanya benturan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Sony menambahkan bahwa mengemudi di atas 90 km/jam di area perkotaan sudah masuk dalam kategori overspeed yang sangat berbahaya.

Spesifikasi dan Karakteristik McLaren 720S

Secara teknis, McLaren 720S dibekali mesin V8 twin-turbo berkapasitas 4.0 liter yang mampu menghasilkan tenaga hingga 710 tenaga kuda. Supercar ini dirancang dengan sasis monokok serat karbon yang sangat kokoh untuk melindungi ruang kabin penumpang. Dalam beberapa kasus kecelakaan ekstrem, sasis supercar memang dirancang untuk memisahkan diri guna menyerap dan membuang energi benturan yang besar. Namun, pemisahan ini hanya terjadi jika kendaraan mengalami hantaman dengan tekanan kinetik yang luar biasa dahsyat.

Bahaya Mengemudi Supercar di Jalan Raya

Mengemudikan mobil dengan performa tinggi di jalan raya umum pada dini hari menuntut konsentrasi yang sangat tinggi dari pengemudi. Pada waktu tersebut, kemampuan motorik dan sensorik manusia cenderung menurun drastis sehingga memperlambat waktu reaksi. Selain risiko cedera fatal, kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian material yang signifikan bagi fasilitas publik dan properti sekitar. Serpihan mobil yang berhamburan bahkan dilaporkan merusak pintu kaca sebuah minimarket yang berada di dekat lokasi kejadian.