Uptodai.com - Langkah Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat setelah menelan kekalahan pahit di babak 32 besar. Skuad asuhan Ronald Koeman tersebut didepak oleh Maroko melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 2-3. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai. Hasil minor ini tentu menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Negeri Kincir Angin yang menaruh harapan tinggi.

Kegagalan ini langsung direspons cepat oleh sang pelatih kepala, Ronald Koeman, yang memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Melalui akun Instagram pribadinya, Koeman mengungkapkan rasa bangga sekaligus kekecewaan yang mendalam atas pencapaian anak asuhnya. Ia mengaku sangat terpukul karena tidak mampu membawa tim melangkah lebih jauh dan mengukir sejarah baru. Mundurnya Koeman menandai berakhirnya era kepelatihannya yang penuh dengan dinamika taktis.

Sebelum turnamen dimulai, De Oranje sebenarnya diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara berkat kombinasi pemain muda berbakat dan pilar berpengalaman. Namun, performa yang kurang konsisten di fase grup dan penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama mereka. Para pendukung setia Belanda pun harus menerima kenyataan pahit melihat tim kesayangan mereka pulang lebih awal. Kini, KNVB harus segera mencari suksesor yang tepat untuk membangun ulang kekuatan tim nasional.

Penghargaan FIFA Fair Play Menjadi Pelipur Lara

Meski harus pulang dengan kepala tertunduk, Belanda tidak sepenuhnya pulang dengan tangan kosong dari turnamen akbar ini. Mereka dinobatkan sebagai penerima Penghargaan FIFA Fair Play berkat catatan disiplin yang sangat baik sepanjang turnamen. Selama berkompetisi di Piala Dunia 2026, armada De Oranje tercatat hanya mengoleksi total 3 kartu kuning dan 1 kartu merah. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sportivitas tetap dijunjung tinggi di tengah ketatnya persaingan.

Sesuai dengan regulasi resmi FIFA, asosiasi sepak bola yang memenangkan penghargaan ini akan mendapatkan apresiasi khusus yang bekerja sama dengan McDonald’s. FIFA nantinya akan mendanai kampanye pengembangan sosial (CSR) terkait sepak bola di wilayah negara pemenang dengan anggaran maksimal USD 50.000. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola usia dini di Belanda. Dengan demikian, kegagalan di lapangan hijau setidaknya memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi masyarakat.

Sejarah Panjang Penerima FIFA Fair Play

Penghargaan ini sendiri memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak Piala Dunia 1970 di Meksiko, di mana Peru menjadi pemenang pertamanya. Beberapa negara besar seperti Brasil, Spanyol, dan Inggris tercatat telah mendominasi daftar pemenang ini dalam beberapa edisi terakhir. Spanyol bahkan pernah meraihnya secara beruntun pada edisi 2006, 2010, dan 2018. Kini, nama Belanda resmi sejajar dengan para legenda lapangan hijau yang mengedepankan nilai-nilai sportivitas tinggi dalam permainan sepak bola dunia.