Uptodai.com - Penjualan mobil bensin kian merosot drastis seiring pesatnya adopsi kendaraan ramah lingkungan di berbagai negara. Fenomena ini terlihat makin jelas di pasar otomotif raksasa seperti China dan kawasan Eropa. Kenaikan harga BBM global serta kebijakan emisi yang semakin ketat memicu masyarakat untuk beralih ke transportasi listrik.

Dominasi Kendaraan Listrik di Sektor Transportasi China

Penggunaan taksi dan layanan transportasi online berbasis listrik di China melesat sangat signifikan. Kementerian Transportasi China mencatat bahwa sekitar separuh dari total 1,3 juta armada taksi di negara tersebut kini telah bertransformasi menjadi kendaraan listrik. Bahkan di beberapa kota besar, persentase armada taksi berbasis energi bersih ini sudah hampir menyentuh angka 100 persen.

Aplikasi armada transportasi terkemuka seperti Didi melaporkan penambahan jutaan armada hibrida dan listrik dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Dampak langsung dari pergeseran ini adalah penurunan konsumsi bensin serta solar nasional yang sangat terasa. Greenpeace bahkan memproyeksikan bahwa pada tahun 2035 mendatang, mayoritas jarak tempuh layanan transportasi publik di China akan didominasi penuh oleh armada listrik.

Dampak Terhadap Impor Minyak dan Pasar Global

Peralihan masif ke moda transportasi listrik terbukti memangkas ketergantungan China terhadap impor minyak mentah global secara signifikan. Kondisi ini secara tidak langsung membantu menstabilkan pasokan minyak dunia di tengah situasi geopolitik dan konflik yang memanas. Para analis menilai bahwa perubahan perilaku konsumen di China secara struktural telah mengubah peta permintaan energi fosil dunia.

Langkah progresif ini juga memberikan tekanan besar bagi produsen minyak mentah yang selama ini mengandalkan pasar Asia. Penurunan impor hingga puluhan persen menunjukkan bahwa percepatan transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan industri. Keberhasilan China ini kini menjadi tolok ukur bagi negara-negara berkembang lainnya dalam mempercepat infrastruktur pengisian daya.

Eropa Ikut Menyerah dari Mobil Konvensional

Tren penurunan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil tidak hanya terjadi di Asia, tetapi juga merambah benua Eropa. Data terbaru dari asosiasi produsen otomotif menunjukkan bahwa angka penjualan mobil bensin dan solar mengalami penurunan yang sangat tajam. Sebaliknya, permintaan pasar terhadap armada listrik justru terus bertumbuh positif dan menjadi penopang utama industri otomotif Eropa.

Banyak pabrikan otomotif terkemuka di Eropa mulai menyetop investasi pengembangan mesin pembakaran dalam (ICE) demi beralih penuh ke lini produksi kendaraan listrik. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi target netralitas karbon serta regulasi ketat larangan penjualan mobil bensin pada masa depan. Lanskap industri otomotif global pun secara resmi telah memasuki era baru yang sepenuhnya bertenaga listrik.