Uptodai.com - Sebuah studi medis terbaru akhirnya menjawab misteri mengenai penyebab perokok terhindar dari kanker paru meskipun rajin menghisap tembakau selama bertahun-tahun. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini mengungkapkan bahwa variasi genetik yang diwariskan memegang peranan kunci dalam menentukan bagaimana sel tubuh merespons kerusakan DNA. Akibatnya, dua orang dengan tingkat paparan zat karsinogen yang sama bisa mengalami hasil klinis yang jauh berbeda.

Bagaimana Genetik Mengubah Perkembangan Tumor

Dalam riset tersebut, para ilmuwan dari Cancer Research UK menguji empat strain tikus dengan keragaman genetik yang menyerupai populasi manusia. Seluruh hewan uji ini dipaparkan zat karsinogen bernama dietilnitrosamin dengan dosis yang persis sama pada usia 15 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa meski tingkat kerusakannya setara, jalur evolusi tumor yang berkembang sangat bergantung pada latar belakang genetik masing-masing individu.

Latar belakang genetik yang berbeda memengaruhi tipe mutasi apa saja yang akan muncul saat sel mencoba memperbaiki kerusakan DNA akibat zat berbahaya. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa perokok aktif memiliki mekanisme perlindungan seluler alami yang mencegah mutasi berkembang menjadi tumor ganas. Sebaliknya, individu yang tidak pernah merokok justru dapat mengidap kanker jika latar belakang genetik mereka sangat rentan terhadap eror mutasi.

Implikasi Bagi Pengobatan Presisi di Masa Depan

Penemuan terobosan ini membuka jalan baru dalam pengembangan dunia medis, khususnya pada bidang terapi kanker berbasis presisi. Dengan memahami profil genetik pasien sejak dini, tim medis dapat memprediksi tingkat risiko seseorang terhadap pembentukan tumor secara jauh lebih akurat. Selain itu, temuan ini memperkuat bukti bahwa strategi penanganan kanker di masa depan harus disesuaikan dengan DNA individu, bukan hanya berdasarkan riwayat paparan lingkungan.

Meskipun faktor genetik terbukti memberikan perlindungan alami pada sebagian orang, para ahli tetap mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Paparan asap tembakau dan karsinogen lingkungan tetap berisiko tinggi memicu berbagai penyakit berat lain seperti serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi kesehatan organ tubuh secara menyeluruh.