Uptodai.com - Upaya keras PSSI bujuk Fortuna Sittard lepas Justin Hubner terus dilakukan demi memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026. Bek tangguh tersebut masuk dalam daftar 26 pemain yang dipanggil, tetapi status kepastiannya masih mengambang di Belanda. Badan Tim Nasional (BTN) secara intensif terus membuka ruang komunikasi dengan manajemen klub Eredivisie tersebut.

Ketua BTN PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa pihaknya sangat berharap diplomasi ini membuahkan hasil positif dalam waktu dekat. Saat ini Hubner masih menjalani pemusatan latihan pramusim bersama Fortuna Sittard untuk menyongsong kompetisi Eredivisie 2026/2027. Keterlambatan sang pemain bergabung ke Jakarta dipicu oleh jadwal turnamen Asia Tenggara yang tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.

Karena Piala AFF berada di luar agenda resmi FIFA, pihak klub memang tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya. Situasi penolakan halus ini kerap dialami Timnas Indonesia saat bermaksud memanggil pilar utama yang berkarier di Benua Biru. Oleh karena itu, PSSI menerapkan pendekatan persuasif agar Fortuna Sittard bersedia memberikan persetujuan pelepasan sang pemain.

Peran Krusial Justin Hubner dalam Skema John Herdman

Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, memproyeksikan Justin Hubner sebagai komponen vital dalam taktik tiga bek sejajar. Pemain kelahiran Belanda itu dipasang untuk mengisi posisi bek tengah bagian kiri karena keunggulannya dalam melakukan intersep serta operan progresif. Kehadirannya dinilai mampu memberikan keseimbangan ekstra saat Garuda menghadapi transisi serangan cepat dari lawan.

Kualitas teknis dan mentalitas bertarung Hubner telah teruji dalam berbagai laga krusial skuad Garuda sebelumnya. Fleksibilitasnya yang juga fasih berperan sebagai gelandang bertahan memberikan variasi taktik yang sangat berharga bagi strategi Herdman. Oleh sebab itu, ketiadaan nama Hubner di lini belakang tentu akan mengurangi kedalaman variasi formasi tim.

Opsi Alternatif Jika Izin Klub Tak Kunjung Terbit

Apabila proses negosiasi mengalami jalan buntu dan izin resmi tidak terbit, Timnas Indonesia terpaksa bertanding dengan kekuatan 25 pemain. PSSI menegaskan tetap optimistis kedalaman skuad yang ada mampu bersaing secara maksimal pada turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut. Bagaimanapun juga, pengurus federasi masih akan terus menunggu perkembangan kabar baik dari Belanda hingga tenggat pendaftaran pemain ditutup.