Uptodai.com - Menyambut pergantian tahun menuju 2026, pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus harapan spesifik bagi para pendukung setia, Bobotoh. Resolusi Bojan Hodak Bobotoh di tahun baru ini fokus pada satu aspek krusial: menjaga ketertiban demi masa depan klub yang lebih baik.

Pelatih asal Kroasia tersebut mengakui bahwa energi yang dihadirkan suporter di stadion telah menjadi faktor penentu kesuksesan tim sepanjang musim ini. Namun, ia berharap dukungan fanatik tersebut dapat diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi. Tujuan utamanya adalah memastikan Persib tidak lagi terbebani oleh sanksi yang merugikan.

Mengubah Dukungan Fanatik Menjadi Kepatuhan

Bojan Hodak tidak menampik bahwa dukungan Bobotoh di tribun, terutama saat laga kandang, menciptakan atmosfer yang luar biasa. Gemuruh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) seringkali membuat tim tamu merasa tertekan sejak awal pertandingan. Hodak menilai, dukungan ini adalah salah satu senjata utama Pangeran Biru.

Meskipun demikian, ada satu kebiasaan yang sangat disayangkan dan harus dihentikan segera. Hodak secara terang-terangan meminta agar tidak ada lagi oknum yang membawa flare atau suar ke dalam stadion. Tindakan ini, menurutnya, adalah kerugian besar yang harus ditanggung klub.

“Saya hanya berharap tak ada lagi orang-orang yang membawa flare ke stadion,” tegas Bojan Hodak. “Alasannya sederhana, itu sangat mahal bagi klub. Sanksi yang dijatuhkan akibat penggunaan flare menempatkan Persib dalam masalah keuangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.”

Mewujudkan Persib Bandung tanpa Flare

Harapan untuk melihat Persib Bandung tanpa Flare di tahun 2026 adalah bagian dari upaya Hodak untuk membawa klub mencapai standar profesionalisme tertinggi. Ia ingin Bobotoh tidak hanya menjadi suporter terbaik dalam hal antusiasme, tetapi juga dalam hal kedewasaan dan kepatuhan.

Pelatih berusia 54 tahun itu menekankan bahwa jika Bobotoh dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini, fokus tim dan manajemen akan sepenuhnya tertuju pada peningkatan prestasi di lapangan. Hal ini akan memperkuat sinergi antara tim, manajemen, dan suporter di masa mendatang.

Benteng Tak Terkalahkan di GBLA Berkat Bobotoh

Hodak memberikan pujian setinggi langit terhadap performa Persib di kandang, yang sebagian besar didorong oleh kehadiran Bobotoh. Sejak dimulainya musim 2025/2026, Persib memang tampil perkasa dan sulit dikalahkan saat bermain di GBLA.

Dari sebelas pertandingan kandang yang dilakoni di semua ajang, termasuk Liga 1 dan kompetisi Asia, tim-tim lawan hampir selalu pulang dengan tangan hampa. Tujuh laga kandang di Super League 2025/2026 berhasil ditutup dengan kemenangan meyakinkan. Di sisi lain, empat pertandingan level Asia juga menunjukkan dominasi yang sama.

“Musim ini kami selalu memenangi semua pertandingan di kandang,” ungkap Bojan. “Satu-satunya tim yang berhasil keluar dari GBLA dengan membawa satu poin ialah Lion City Sailors saat pertandingan AFC. Sisanya, semua laga resmi kami menang, dan itu berkat tekanan dari tribun.”

Mental Lawan Runtuh di Hadapan Bobotoh

Dampak kehadiran suporter di GBLA bukan hanya sekadar menambah semangat pemain Persib, tetapi juga efektif meruntuhkan mental lawan. Hodak mengakui bahwa gemuruh stadion yang penuh membuat tim tamu sulit mengembangkan permainan terbaik mereka.

“Ketika stadion penuh, tidak mudah bagi lawan untuk bermain di sini,” jelasnya. “Saat tim tamu datang, mereka akan merasa bergetar. Mendengar gemuruh Bobotoh terkadang membuat mental pemain lawan turun drastis. Saya rasa nyaris semua lawan merasakan tekanan psikologis itu.”

Oleh karena itu, Resolusi Bojan Hodak Bobotoh adalah tentang menjaga kualitas dukungan tanpa merusak citra klub. Ia berharap, memasuki tahun yang baru, Persib dan para pendukungnya dapat menjadi contoh terbaik dalam sepak bola Indonesia: fanatik di lapangan, tertib di luar lapangan.