Uptodai.com - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, sebanyak 62 warga negara Indonesia kini telah terinfeksi virus influenza A (H3N2) subclade K, mendorong Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk membeberkan cara mencegah super flu IDAI secara komprehensif. Kasus-kasus ini tersebar di delapan provinsi, dengan Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan konsentrasi temuan tertinggi.

Karakteristik sebaran kasus ini menyoroti pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah. Pasalnya, kelompok usia 1 hingga 10 tahun menjadi yang paling rentan terinfeksi, menyumbang sekitar 35% dari total kasus yang ditemukan. Dominasi kasus pada anak-anak membuat upaya perlindungan menjadi fokus utama bagi tenaga kesehatan dan orang tua.

IDAI Tekankan Konsistensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menjelaskan bahwa kunci utama pencegahan terletak pada penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang konsisten. PHBS ini tidak hanya mencakup kebersihan diri, tetapi juga kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, orang tua wajib memastikan anak-anak mereka menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Dr Nastiti menyebutkan beberapa langkah konkret yang harus dilakukan. Langkah tersebut meliputi penggunaan masker, menjaga jarak dari individu yang sedang sakit, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika fasilitas cuci tangan tidak tersedia, penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol dapat menjadi alternatif yang efektif untuk membunuh kuman.

Pentingnya Etika Batuk dan Perawatan Suportif

Selain kebersihan tangan, penerapan etika batuk yang benar juga menjadi bagian krusial dalam memutus rantai penularan infeksi virus influenza A H3N2. Anak-anak harus diajarkan untuk selalu menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku saat batuk atau bersin.

Di sisi lain, perawatan suportif berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Anak dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih. Selain itu, asupan cairan harus cukup, serta konsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat sistem imun.

Orang tua juga diminta untuk selalu memantau kondisi anak. Apabila gejala super flu pada anak semakin berat, atau muncul tanda bahaya tertentu seperti sesak napas atau demam tinggi yang tidak turun, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Vaksinasi Influenza Masih Efektif Melawan Subclade K

Meskipun subclade K dari H3N2 disebut memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, Dr Nastiti menegaskan bahwa vaksinasi influenza rutin tetap menjadi benteng pertahanan yang sangat direkomendasikan. Vaksin yang tersedia saat ini terbukti efektif menekan risiko infeksi dan secara signifikan menurunkan tingkat keparahan gejala yang dialami.

Data medis menunjukkan bahwa vaksin influenza mampu menurunkan angka kematian dan kebutuhan rawat inap sebesar 70-75% pada kelompok anak-anak. Efektivitas ini juga terlihat pada orang dewasa, dengan penurunan risiko rawat inap sekitar 30-40%.

IDAI merekomendasikan pemberian vaksin influenza mulai usia 6 bulan. Khusus untuk dosis pertama, vaksin harus diberikan sebanyak dua kali dengan interval waktu empat minggu. Setelah itu, imunisasi dilanjutkan dengan pemberian satu dosis penguat setiap tahun untuk memastikan perlindungan optimal terhadap varian virus yang terus bermutasi.