Uptodai.com - Mengetahui cara membedakan asam urat dan rematik sangat penting agar Anda tidak salah dalam melakukan penanganan medis secara mandiri di rumah. Banyak orang sering kali menyamakan kedua penyakit ini karena sama-sama menyerang persendian dan menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Padahal, keduanya memiliki akar penyebab yang sangat berbeda dan membutuhkan metode pengobatan yang berlainan pula.

Kesalahan dalam mengidentifikasi penyakit ini dapat berakibat fatal pada efektivitas terapi yang dijalani. Oleh karena itu, mengenali karakteristik masing-masing penyakit merupakan langkah awal yang bijak untuk menjaga kesehatan sendi jangka panjang.

Memahami Perbedaan Mendasar dari Sisi Penyebab

Rematik atau dalam istilah medis disebut artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat. Sistem imun tersebut menyerang lapisan pelindung sendi, sehingga memicu peradangan kronis, pembengkakan, hingga potensi deformitas atau perubahan bentuk sendi. Karena sifatnya yang sistemik, gangguan autoimun ini bahkan bisa menyebar dan memengaruhi organ lain seperti kulit, mata, hingga jantung.

Sementara itu, asam urat atau gout terjadi akibat penumpukan zat asam urat yang berlebihan di dalam aliran darah manusia. Tubuh menghasilkan senyawa ini secara alami saat memecah zat purin yang banyak terkandung dalam makanan tertentu, seperti daging merah atau jeroan. Ketika ginjal gagal menyaring zat tersebut dengan optimal, sisa asam urat akan mengkristal seperti jarum tajam di area persendian.

Mengenali Gejala Asam Urat dan Rematik yang Berbeda

Meskipun kedua penyakit ini menimbulkan rasa kaku, pola serangan nyeri yang muncul sebenarnya memiliki karakteristik yang sangat kontras. Penderita rematik biasanya merasakan nyeri yang muncul secara bertahap dan cenderung menyerang sendi-sendi kecil terlebih dahulu seperti jari tangan atau kaki. Uniknya, gejala rematik ini hampir selalu bersifat simetris, yang berarti jika pergelangan tangan kanan sakit, maka pergelangan tangan kiri juga akan mengalami hal serupa.

Selain itu, rasa kaku pada penderita rematik umumnya terasa sangat parah ketika bangun tidur di pagi hari. Namun, rasa nyeri tersebut perlahan akan membaik seiring dengan banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan sepanjang hari. Kondisi ini juga kerap disertai dengan gejala kelelahan ekstrem, penurunan nafsu makan, hingga demam ringan.

Sebaliknya, serangan asam urat biasanya datang secara mendadak dengan intensitas nyeri yang sangat menusuk dan terasa panas seperti terbakar. Serangan ini umumnya hanya berpusat pada satu titik sendi saja, dengan bagian jempol kaki sebagai area yang paling sering menjadi sasaran utama. Berbeda dengan rematik, nyeri akibat kristal asam urat justru akan semakin memburuk jika sendi tersebut terus digunakan untuk bergerak.

Langkah Tepat untuk Penanganan dan Pencegahan

Mengingat kedua penyakit ini memiliki mekanisme yang berbeda, diagnosis dokter melalui tes darah dan pemindaian sendi menjadi langkah krusial. Pengobatan rematik biasanya berfokus pada penekanan sistem imun agar tidak terus merusak sendi. Pasien umumnya memerlukan obat antirematik khusus yang diresepkan oleh dokter spesialis reumatologi.

Di sisi lain, penanganan asam urat lebih menitikberatkan pada perubahan gaya hidup dan pola makan yang rendah purin. Penderita sangat disarankan untuk menghindari konsumsi alkohol, minuman manis, serta membatasi asupan daging merah. Dokter juga biasanya akan meresepkan obat penurun kadar asam urat guna mencegah pembentukan kristal baru di masa mendatang.