Uptodai.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memberikan kepastian yang dinantikan publik sepak bola tanah air. Federasi resmi menunjuk John Herdman pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert yang sebelumnya memimpin Skuad Garuda.

Kepastian ini diumumkan melalui pernyataan resmi yang dirilis PSSI pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Herdman, yang dikenal sebagai arsitek di balik kebangkitan historis sepak bola Kanada, kini mengemban tugas besar di Asia Tenggara.

Bayang-bayang Skandal Drone John Herdman Pelatih Timnas Indonesia

Di tengah euforia penunjukan pelatih baru, langkah John Herdman menuju kursi kepelatihan Timnas Indonesia rupanya tidak lepas dari sorotan tajam media asing. Sejumlah media Kanada, termasuk CBA.ca dan The Globe and Mail, secara terbuka mengungkap sisi kelam sang pelatih yang selama ini tertutup oleh gemerlap prestasinya.

Media-media tersebut menuding Herdman sebagai dalang di balik praktik memata-matai tim lawan. Taktik pengintaian ini diduga kuat menggunakan teknologi drone canggih untuk mengintip sesi latihan tertutup tim-tim pesaing.

Skandal yang awalnya terbongkar pada Olimpiade Paris 2024 tersebut ternyata memiliki akar panjang. Catatan gelap ini terentang hingga tahun 2018, yakni saat Herdman masih memegang kendali tim nasional putri Kanada.

Tudingan Mata-mata Tim Lawan dan Tekanan Publik Kanada

Alih-alih murni karena taktik jenius, keberhasilan historis Herdman di Kanada kini dipertanyakan keabsahannya oleh pers domestik. Mereka meragukan apakah pencapaian tersebut didapat secara sportif atau karena bantuan alat mata-mata ilegal.

Tekanan publik yang masif akibat temuan ini disinyalir kuat menjadi alasan di balik keputusannya meninggalkan Toronto FC. Sebelum menerima pinangan PSSI, Herdman memilih mengundurkan diri dari klub tersebut.

“Saat skandal drone menghantam di Paris musim panas lalu, Herdman adalah sosok yang tepat untuk disebut sebagai yang bersalah,” tulis Theglobandmail.com dalam ulasan tajamnya medio Desember 2024.

Media tersebut menyoroti ironi bagaimana seorang pelatih yang percaya pada pelatihan aspek psikologis dan ‘otak’ pemain, justru menggunakan cara curang. Kritik keras dari pers Kanada menunjukkan bahwa citra Herdman di negaranya telah hancur.

John Herdman Pelatih Timnas Indonesia Dituding Dikucilkan

Ulasan media Kanada tidak hanya berhenti pada isu teknis mata-mata, tetapi juga menyinggung integritas personal Herdman. Mereka merasa sang pelatih harus bertanggung jawab penuh atas skandal yang terjadi.

“Dia mendapatkan semua kredit (atas prestasi Kanada), kenapa sekarang tidak menanggung semua kesalahan? Tipe orang yang percaya untuk melatih otak, ternyata bisa membuat dirinya melakukan mata-mata drone terhadap latihan sepak pojok tim lawan?” imbuh ulasan tersebut.

Situasi ini diperparah dengan klaim bahwa Herdman telah dikucilkan dari lingkaran sepak bola di negaranya. “Dia sekarang dikucilkan, dia tidak akan melatih di negara ini lagi,” tegas media tersebut, mengindikasikan bahwa karier Herdman di Amerika Utara telah tamat.

Kontroversi Umpatan di Piala Dunia 2022

Selain isu drone, rekam jejak Herdman juga sempat tercoreng di ajang Piala Dunia 2022 Qatar. Jelang laga krusial Timnas Kanada melawan Kroasia, ia melontarkan umpatan bernada kasar dan provokatif di depan publik.

Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk membakar semangat juang timnya, namun justru dianggap tidak etis dan tidak mencerminkan sikap profesional seorang pelatih tim nasional. Sayangnya, provokasi tersebut berbalik menjadi bumerang.

Kanada harus menelan kekalahan telak dan tersingkir lebih awal dari turnamen tersebut, menjadikan umpatan tersebut sebagai blunder komunikasi yang mahal. Kini, John Herdman pelatih Timnas Indonesia harus membuktikan bahwa ia mampu memimpin Skuad Garuda dengan integritas penuh, meski bayang-bayang masa lalu terus mengikuti kariernya.