Geramnya Mentan Amran: Copot 192 Oknum Kementan, Cabut Ribuan Izin
Uptodai.com - Suasana Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026), menjadi saksi ketegasan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Dalam pidato yang berapi-api di hadapan publik, Amran mengumumkan kebijakan drastis yang ia terapkan untuk membersihkan sektor pertanian dari praktik curang.
Langkah tegas tersebut mencakup keputusan untuk Amran copot 192 oknum Kementan dan mencabut ribuan izin distributor pupuk nakal. Tindakan ini diambil sebagai respons langsung terhadap praktik-praktik penyimpangan yang merugikan petani dan menghambat program swasembada pangan nasional.
Sanksi Tegas bagi Mafia Pupuk dan Pejabat Nakal
Kegeraman Mentan Amran paling terlihat jelas saat membahas penyalahgunaan subsidi pupuk. Ia menegaskan bahwa kementerian tidak akan berkompromi dengan pihak manapun yang berani memainkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Izin Bapak Presiden, pupuk ini, kami kadang disampaikan Mentan ini kejam. Karena izin yang kami cabut sudah 2.300-an seluruh Indonesia,” kata Amran, menjelaskan skala operasi penertiban yang telah dilakukan. Ia menekankan bahwa sanksi tegas bagi distributor yang melanggar dapat dilakukan secara instan.
Amran menyebutkan, jika ada distributor yang ketahuan main-main dengan harga, izinnya akan langsung dicabut hari itu juga. Proses pencabutan izin tersebut, menurutnya, kini hanya tinggal menekan satu tombol saja, menunjukkan komitmen kementerian untuk bertindak cepat dan tanpa basa-basi.
Pembersihan Internal: 192 Pegawai Dicopot
Selain menindak tegas distributor di luar, Amran juga melakukan pembersihan besar-besaran di internal kementerian. Ia mengungkapkan bahwa total 192 orang, yang terdiri dari pejabat internal maupun oknum luar Kementerian Pertanian, telah diberhentikan, dipecat, bahkan diproses hukum.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan birokrasi yang bersih dan berintegritas, sejalan dengan arahan Presiden. Amran memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Kementan yang tersisa untuk bekerja sesuai aturan dan patuh pada perintah pimpinan negara.
“Kalau kami ditakdirkan 5 tahun, nggak reshuffle, berarti bisa 1.000 habis,” ujar Amran, memberikan gambaran mengenai potensi jumlah oknum yang akan dicopot jika terus ditemukan pelanggaran. Ia menegaskan bahwa pencopotan ini semata-mata menjalankan perintah Presiden.
Kolaborasi Penegak Hukum: 76 Tersangka Diamankan
Dalam upaya memberantas praktik korupsi di sektor pertanian, Amran secara terbuka menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada institusi penegak hukum. Ia menyebut peran aktif Kapolri, Wakil Panglima TNI, dan Jaksa Agung sangat krusial dalam mendukung operasi lapangan.
Amran bahkan secara jujur mengakui sering menggunakan nama para petinggi hukum tersebut di lapangan untuk memberikan efek gentar. Ia mengatakan kepada para oknum bahwa tindakan penangkapan adalah perintah langsung dari Jaksa Agung.
Strategi penindakan yang didukung penuh oleh aparat hukum ini terbukti efektif. Hingga saat ini, sebanyak 76 tersangka telah diamankan dan diproses terkait kasus penyalahgunaan pupuk dan tindak pidana di sektor pertanian. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengamankan ketersediaan pangan nasional.
Di akhir pidatonya, Amran juga memberikan apresiasi kepada menteri-menteri lain di Kabinet Prabowo-Gibran. Kerja keras kolektif ini ditujukan untuk mencapai target swasembada pangan yang menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini, sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.