Uptodai.com - Kemenangan telak 3-0 Juventus atas Sassuolo di Mapei Stadium menyisakan cerita menarik, terutama bagi penggemar sepak bola Indonesia. Dalam laga tersebut, Striker Juventus bicara John Herdman setelah ia berhasil menjebol gawang yang dijaga oleh Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia.

Jonathan David, penyerang andalan I Bianconeri, menjadi bintang lapangan lewat sumbangan satu gol dan satu assist. Ironisnya, gol yang dicetak David lahir dari sebuah blunder fatal yang dilakukan oleh bek tengah Sassuolo, Jay Idzes, yang kini menjadi salah satu pilar penting di skuad Garuda.

Momen Ketar-ketir Jay Idzes dan Pujian untuk John Herdman

Pertandingan yang digelar pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB itu menjadi panggung bagi David untuk menunjukkan ketajamannya. Setelah memberikan umpan matang yang dikonversi Fabio Miretti menjadi gol kedua, David hanya butuh satu menit untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Gol tersebut bermula dari kesalahan komunikasi di lini belakang Sassuolo. Jay Idzes, yang berusaha mengoper bola kembali kepada kiper Arijanet Muric, memberikan umpan yang terlalu lemah. Dengan insting predatornya, David langsung merebut bola tersebut.

Pertahanan Neroverdi seketika kocar-kacir melihat David menguasai bola di area berbahaya. Striker asal Kanada berusia 25 tahun itu dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut, membuat Idzes dan seluruh lini belakang Sassuolo ketar-ketir.

Namun, di balik rivalitas singkat di lapangan hijau Italia, terdapat benang merah yang menghubungkan David dan Idzes, yaitu sosok John Herdman. Herdman, yang kini resmi menjabat sebagai John Herdman pelatih Timnas Indonesia, adalah sosok krusial dalam karier internasional Jonathan David.

John Herdman, Sosok yang Mengorbitkan Jonathan David

Jonathan David adalah pemain kunci di Timnas Kanada, dengan catatan 73 penampilan dan 37 gol sejak debutnya. Sosok yang memberikannya kesempatan debut pada 2018 silam, saat David baru berusia 18 tahun, tak lain adalah John Herdman.

Koneksi historis ini memberikan perspektif unik mengenai kualitas kepelatihan Herdman. Jauh sebelum menghadapi Idzes, David pernah secara terbuka memuji metode dan taktik yang diterapkan oleh mantan pelatihnya di Kanada tersebut.

David mengungkapkan bahwa Herdman memiliki kemampuan luar biasa dalam merancang strategi yang berbeda untuk setiap pertandingan. Fleksibilitas taktis ini menjadi salah satu keunggulan utama yang diusung oleh juru taktik asal Inggris tersebut.

“Dia (Herdman) selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik yang berbeda untuk setiap pertandingan,” ujar David, seperti yang dilansir dari keterangan PSSI. Pujian ini tentu menjadi angin segar bagi pendukung Timnas Indonesia.

Filosofi Taktik yang Cocok dengan DNA Garuda

Meskipun Jonathan David adalah seorang striker murni, di bawah arahan Herdman, ia sering dimainkan dalam berbagai posisi, termasuk penyerang sayap kanan atau kiri. Hal ini menunjukkan bahwa Herdman adalah pelatih yang tidak terpaku pada satu formasi, melainkan menyesuaikan pemain dengan kebutuhan taktik.

Herdman dikenal sebagai pelatih yang gemar mengandalkan formasi tiga bek tengah. Skema ini sangat relevan dengan fondasi yang telah dibangun oleh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, yang sukses besar dengan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1.

Kehadiran Herdman diharapkan mampu melanjutkan dan mematangkan filosofi tersebut. Sebelumnya, upaya untuk mengubah gaya permainan Timnas Indonesia menjadi empat bek, seperti yang sempat dilakukan Patrick Kluivert, terbukti kurang berhasil dan berujung pada kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Dengan rekam jejak yang solid dalam mengembangkan talenta muda dan kemampuan adaptasi taktik yang dipuji langsung oleh anak didiknya seperti Jonathan David, John Herdman membawa harapan besar. Ia diharapkan dapat membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah sepak bola Asia dan dunia, memanfaatkan potensi pemain seperti Jay Idzes yang kini menjadi bagian penting dari pertahanan Tim Merah Putih.