Mengintip Capaian Kinerja Ekspor Motor Indonesia 5 Tahun Terakhir
Uptodai.com - Industri otomotif nasional, khususnya sektor kendaraan roda dua, terus menunjukkan peran vitalnya dalam perdagangan global. Meskipun demikian, data terbaru memperlihatkan adanya dinamika signifikan pada capaian kinerja ekspor motor Indonesia dalam lima tahun terakhir, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa realisasi pengiriman unit motor dari Tanah Air sangat bergantung pada tingkat permintaan di negara tujuan. Pasar-pasar utama seperti Asia Timur, ASEAN, dan Asia Tengah menjadi penentu utama volume ekspor yang berhasil dicapai oleh produsen lokal.
Menelisik Fluktuasi Kinerja Ekspor Motor Indonesia 2021-2025
Pada masa puncak pandemi Covid-19, tepatnya tahun 2021, kinerja ekspor kendaraan roda dua Indonesia masih menunjukkan angka yang kuat, yakni mencapai 803.931 unit. Angka ini menjadi basis perbandingan sebelum tren penurunan mulai terjadi pada tahun-tahun berikutnya.
Memasuki tahun 2022, volume ekspor mulai melemah sebesar 7,51 persen, turun menjadi 743.551 unit. Penurunan tajam kemudian terjadi pada tahun 2023, di mana ekspor ambles hingga 23,34 persen secara tahunan, hanya menyentuh angka 570.004 unit.
Meskipun sempat menunjukkan kenaikan tipis menjadi 572.506 unit pada 2024, momentum positif tersebut tidak bertahan lama. Data akhir menunjukkan bahwa pada tahun 2025, realisasi ekspor kembali merosot 4,95 persen (year-on-year/YoY) menjadi 544.133 unit, menandakan adanya tantangan serius di pasar global.
Faktor Penentu Permintaan Global dan Harapan Windfall Komoditas
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa faktor-faktor global selalu menjadi pertimbangan utama dalam memproyeksikan pasar ekspor. Kondisi ekonomi makro dan geopolitik di berbagai negara tujuan seringkali memengaruhi daya beli konsumen di sana, yang pada akhirnya berdampak langsung pada permintaan unit motor dari Indonesia.
Meskipun demikian, AISI tetap menyimpan optimisme terhadap potensi pemulihan volume ekspor. Mereka berharap adanya windfall atau keuntungan tak terduga pada semester II/2026, terutama yang bersumber dari kenaikan harga komoditas global.
Kenaikan harga komoditas ini diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat di negara-negara tujuan ekspor. Jika daya beli meningkat, permintaan terhadap produk otomotif, termasuk sepeda motor, diprediksi akan kembali terangkat.
Kontras Penjualan Domestik dan Peran Produsen Utama
Menariknya, tren yang terjadi di pasar ekspor berbanding terbalik dengan kondisi penjualan di dalam negeri. Pasar domestik justru menunjukkan ketahanan yang stabil, bahkan cenderung tumbuh tipis dari tahun ke tahun.
Sepanjang tahun 2025, penjualan sepeda motor di pasar domestik tercatat sebesar 6,41 juta unit. Realisasi tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,25 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 6,33 juta unit.
Dukungan kuat dari lembaga pembiayaan atau leasing menjadi salah satu kunci yang menjaga ketahanan pasar kendaraan roda dua domestik. Kemudahan akses kredit ini sangat membantu konsumen dalam memiliki sepeda motor baru. Selain itu, kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menunda penerapan opsen pajak turut membantu menekan beban pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat.
Pemain Kunci Industri Otomotif Indonesia
Sejumlah produsen besar menjadi tulang punggung utama dalam kegiatan ekspor motor nasional. PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) merupakan eksportir terbesar yang mengoperasikan fasilitas produksi mereka di Karawang, Jawa Barat.
Selain dua raksasa tersebut, industri ini juga didukung oleh PT Suzuki Indomobil Motor yang basis pabriknya berada di Tambun, Bekasi. Tidak ketinggalan, PT Kawasaki Motor Indonesia turut menjalankan kegiatan produksi di Cikarang. Keberadaan fasilitas produksi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai basis manufaktur sepeda motor yang penting di kawasan Asia.