David da Silva Bicara Kenangan Manis Jelang Persebaya vs Malut United
Uptodai.com - Pertandingan pekan ke-17 Super League 2025-2026 akan menyajikan duel emosional antara Persebaya Surabaya melawan Malut United. Sorotan utama tertuju pada sosok striker Malut United, David da Silva jelang Persebaya vs Malut United, yang akan kembali menginjak rumput Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai lawan.
Laga yang penuh nostalgia ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 15.30 WIB. Meskipun memiliki ikatan kuat dengan Bajul Ijo, Da Silva memastikan bahwa profesionalitasnya berada di atas segalanya saat menghadapi mantan klub yang pernah membesarkan namanya tersebut.
Penyerang asal Brasil ini menegaskan kesiapannya untuk berjuang keras demi membawa poin, atau bahkan kemenangan, bagi Laskar Kie Raha, julukan Malut United, di kandang lawan yang dikenal angker.
David da Silva Menghormati Jersey Malut United
David da Silva memiliki sejarah yang panjang dan manis bersama Persebaya. Ia pernah membela tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut dalam dua periode, yakni musim 2018-2019 dan kembali pada 2020-2021.
Kenangan indah tersebut tentu menciptakan atmosfer yang berbeda bagi DDS saat harus berhadapan dengan suporter yang dulu memujanya. Dalam sesi konferensi pers, Da Silva mengakui adanya memori indah yang ia simpan dari masa-masa berseragam hijau.
Namun, ia buru-buru menegaskan bahwa fokusnya kini 100% tertuju pada tugasnya bersama Malut United. “Saya mempunyai memori indah di sini. Tetapi, fokus saya sekarang bersama Malut United,” ujar Da Silva.
Ia menjunjung tinggi jersey yang sedang ia kenakan dan berjanji akan memberikan performa terbaik tanpa terpengaruh nostalgia masa lalu. Profesionalitas menjadi kunci utama bagi sang striker untuk menghadapi tekanan GBT.
Analisis Kekuatan Persebaya dan Tren Positif Malut United
Da Silva juga memberikan pujian terhadap kekuatan Persebaya, terutama saat mereka bermain di hadapan Bonek dan Bonita. GBT memang dikenal sebagai benteng yang sulit ditembus, memberikan tekanan psikologis yang signifikan bagi tim tamu yang datang bertanding.
Oleh karena itu, Da Silva menekankan pentingnya fokus dan kerja keras timnya sepanjang 90 menit. “Saya melihat Persebaya begitu kuat saat bermain di Gelora Bung Tomo. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan permainan terbaik dan menjaga fokus agar bisa mendapatkan poin,” kata Da Silva.
Malut United tak terkalahkan di tandang
Di sisi lain, Malut United datang ke Surabaya dengan modal yang sangat meyakinkan. Mereka membawa rekor fantastis 11 pertandingan tanpa kekalahan, mencatatkan sembilan kemenangan dan dua hasil imbang.
Statistik ini menunjukkan betapa solidnya Malut United, terutama dalam laga tandang. Mereka bahkan menjadi tim dengan koleksi poin tandang terbanyak hingga pekan ke-16, mengumpulkan total 17 poin dari laga luar kandang.
Selain itu, Laskar Kie Raha juga memegang predikat tim tersubur di liga, sejajar dengan Persija Jakarta, dengan total 32 gol. Keberagaman pencetak gol mereka menjadi bukti kedalaman skuad yang dimiliki Malut United.
Total sembilan pemain berbeda telah menyumbangkan gol untuk Malut United, termasuk David Da Silva yang memimpin dengan 7 gol, diikuti Ciro Alves (6), Yakob Sayuri (5), Tyronne del Pino (5), dan Gustavo Franca (4). Catatan impresif ini menjadi alarm keras bagi Persebaya yang akan menjamu tim dengan lini serang paling produktif di Super League.