Pedas! Courtois Kritik Real Madrid Gagal Manfaatkan Vinicius Jr
Uptodai.com - Kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menyisakan luka mendalam bagi Real Madrid. Penjaga gawang utama mereka, Thibaut Courtois, secara terbuka melontarkan kritik Real Madrid gagal manfaatkan Vinicius Junior yang sedang berada di puncak performanya malam itu.
Laga El Clasico di partai puncak tersebut berlangsung dalam tempo sangat tinggi dan penuh emosi. Meskipun Vinicius Jr menunjukkan penampilan individual yang brilian, performa kolektif Los Blancos dinilai tidak mampu menopang daya gedor pemain asal Brasil tersebut.
Kritik Courtois: Real Madrid Gagal Manfaatkan Versi Terbaik Vinicius
Thibaut Courtois tidak menutupi rasa frustrasinya setelah peluit panjang dibunyikan. Menurut kiper asal Belgia tersebut, Madrid memiliki senjata mematikan di sisi kiri lapangan, namun sayangnya mereka tidak menggunakannya secara efektif untuk mengubah jalannya pertandingan.
Courtois merasa potensi serangan yang diciptakan Vinicius terbuang sia-sia karena tidak ada dukungan atau penyelesaian akhir yang memadai dari rekan-rekannya. Padahal, Vinicius mampu membuat lini belakang Barcelona kewalahan, terutama bek kanan Jules Kounde yang sering kali menjadi korban kecepatannya.
“Kami tidak memanfaatkan versi terbaik Vinicius hari ini,” ujar Courtois dengan nada kecewa, dikutip dari laporan di Madrid Xtra. “Dia menjadi mimpi buruk bagi mereka, tetapi kami tidak mengambil keuntungan dari situasi itu. Ini adalah peluang besar yang terlewatkan.”
Vinicius Junior Sang Pemecah Kebuntuan
Penampilan Vinicius di final tersebut memang patut diacungi jempol, terutama mengingat ia baru saja melewati periode sulit tanpa mencetak gol dalam 18 pertandingan sebelumnya. Momen kebangkitannya terjadi tepat pada saat Madrid sangat membutuhkannya.
Gol yang dicetaknya pada menit ke-45+2 menjadi bukti kejeniusan individu sang penyerang. Vinicius melewati hadangan pemain bertahan Barcelona sebelum melepaskan tembakan klinis yang membuat kedudukan sempat kembali imbang.
Sayangnya, kegembiraan itu hanya bertahan sesaat. Barcelona langsung membalas dua menit kemudian melalui Robert Lewandowski, sebelum Real Madrid kembali membalas lewat Gonzalo Garcia. Babak pertama yang penuh drama itu berakhir dengan skor 3-2 yang sangat ketat.
Daya Dobrak Madrid Hilang Setelah Pergantian Pemain
Memasuki babak kedua, Madrid berusaha keras menjaga momentum, namun Barcelona tampil lebih disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Petaka bagi Los Blancos datang pada menit ke-73 ketika Raphinha mencetak gol yang akhirnya memastikan kemenangan Barcelona, setelah tembakannya sempat membentur Raul Asencio dan mengecoh Courtois.
Courtois juga menyoroti dampak dari pergantian pemain yang dilakukan Real Madrid. Vinicius Junior, yang tampil penuh energi dan menjadi tumpuan serangan, ditarik keluar pada menit ke-82.
Setelah kepergiannya, Real Madrid terlihat kehilangan daya dobrak signifikan dari sisi kiri. Ancaman yang sebelumnya rutin mereka ciptakan langsung meredup, membuat Barcelona semakin nyaman menguasai lini tengah dan mempertahankan keunggulan tipis tersebut hingga peluit akhir.
Meskipun harus menelan kekalahan pahit, penampilan Vinicius Junior tetap mencatatkan statistik pribadi yang impresif. Golnya di final ini menambah koleksi golnya menjadi 16 gol dalam 15 partai final bersama Real Madrid, menyamai catatan para legenda klub seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Namun, catatan individu tersebut terasa hambar tanpa adanya trofi kolektif.