Uptodai.com - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA deteksi gelombang atmosfer yang sangat aneh dan tidak terduga, terjadi di ketinggian sekitar 88 kilometer di atas permukaan Bumi. Fenomena ini terekam oleh instrumen canggih yang terpasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Penemuan ini memberikan bukti kuat tentang bagaimana cuaca ekstrem di permukaan Bumi dapat memengaruhi lapisan atmosfer yang sangat jauh. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa energi dari badai di lapisan bawah dapat merambat naik, menciptakan riak di zona yang sebelumnya dianggap relatif stabil.

Instrumen AWE Menangkap Riak di Lapisan Mesosfer

Ketinggian 88 kilometer tersebut berada tepat di lapisan mesosfer, sebuah zona atmosfer yang dikenal sangat dingin dan kering. Lapisan ini membentang antara 50 hingga 85 kilometer di atas tanah, menjadikannya bagian dari perbatasan antara Bumi dan ruang angkasa.

Meskipun letaknya sangat jauh, aktivitas di lapisan mesosfer ternyata tidak sepenuhnya terisolasi dari gangguan yang terjadi di bawahnya. Instrumen yang bertanggung jawab atas penemuan ini adalah Atmospheric Wave Experiment (AWE), yang dipasang di bagian luar ISS sejak tahun 2023.

AWE berhasil menangkap pola gelombang atmosfer yang jelas saat Badai Helene melanda beberapa waktu lalu. Sensor AWE mendeteksi adanya pola riak yang menyebar, mirip seperti gelombang air yang terbentuk setelah batu dilempar ke kolam.

Para peneliti meyakini bahwa badai hebat seperti Helene mampu memindahkan energi yang sangat besar ke lapisan atas atmosfer. Energi ini kemudian menciptakan gelombang yang merambat naik, mengganggu keseimbangan gas di mesosfer dan menunjukkan koneksi vertikal yang sebelumnya sulit diamati secara langsung.

Gelombang Menyebar Jauh dari Pusat Badai

AWE dirancang dengan misi utama mengamati cahaya atmosfer, atau yang dikenal sebagai *airglow*. *Airglow* adalah cahaya redup yang dipancarkan oleh gas-gas di ketinggian saat molekul-molekul tersebut melepaskan energi yang mereka serap dari Matahari.

Dengan memetakan perubahan pada *airglow*, AWE dapat melacak pergerakan gelombang atmosfer, termasuk kecepatan dan arah rambatannya. Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa gangguan atmosfer ini meluas jauh ke arah barat dari garis pantai badai utama.

Artinya, dampak energi yang dihasilkan badai tidak hanya terpusat di atas zona badai itu sendiri. Gelombang tersebut merambat menjauhi pusat badai, memengaruhi area yang lebih luas di lapisan atas atmosfer.

Mengapa NASA Deteksi Gelombang Atmosfer Ini Penting?

Mengetahui apa saja yang mengganggu keseimbangan atmosfer sangat krusial bagi infrastruktur teknologi modern yang kita gunakan sehari-hari. Instrumen seperti satelit komunikasi, satelit cuaca, hingga sinyal GPS sangat bergantung pada kondisi atmosfer yang stabil agar dapat berfungsi dengan baik.

Fluktuasi atau gangguan besar di lapisan mesosfer, seperti gelombang yang dipicu badai ini, dapat menyebabkan masalah serius pada transmisi sinyal dan akurasi data. Apabila gelombang ini cukup kuat, ia berpotensi mengacaukan jalur komunikasi vital.

Data yang dikumpulkan oleh AWE memungkinkan ilmuwan untuk memodelkan interaksi antara cuaca permukaan dan ruang angkasa dengan lebih akurat. Pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena gelombang atmosfer ini akan membantu para insinyur merancang sistem satelit yang lebih tangguh dan tahan terhadap gangguan.

Penelitian ini juga menjadi langkah penting dalam upaya memprediksi apa yang disebut sebagai “cuaca antariksa” yang dapat berdampak signifikan pada teknologi di Bumi. Dengan demikian, pengamatan AWE menjadi aset berharga dalam menjaga konektivitas digital global.