Abang Ojol GrabMaps KartaCam, Bukan Intel, Ini Tujuannya
Uptodai.com - Sebuah pemandangan tak biasa belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama platform X (dulu Threads). Pasalnya, terlihat seorang mitra pengemudi ojek online (ojol) dari Grab berkeliling jalanan sambil menggendong sebuah perangkat kamera berukuran besar yang terpasang di punggungnya.
Aktivitas ini sempat menimbulkan spekulasi liar di kalangan warganet, mulai dari dugaan bahwa pengemudi tersebut adalah intel yang sedang bertugas hingga asumsi bahwa ia sedang membuat konten video resolusi tinggi. Namun, misteri di balik kamera besar itu akhirnya terkuak, dan ternyata berhubungan erat dengan inisiatif perusahaan teknologi transportasi tersebut. Sosok yang terlihat dalam perbincangan tersebut adalah seorang Abang Ojol GrabMaps KartaCam yang sedang menjalankan tugas pemetaan.
Menguak Fungsi Kamera Besar: KartaCam 2
Rasa penasaran warganet terjawab setelah salah satu pengguna Threads, @sriwisnu, berhasil mengajak bicara mitra pengemudi yang hanya disebut berinisial Pak I tersebut. Pak I menjelaskan bahwa perangkat yang ia bawa bukanlah alat mata-mata, melainkan kamera khusus yang berfungsi untuk memetakan jalan dan gang di wilayah operasionalnya.
Perangkat canggih yang terpasang di motor Pak I tersebut secara resmi dikenal sebagai KartaCam 2. Alat ini merupakan kamera spesialis yang digunakan dalam program GrabMaps, layanan peta internal yang dikembangkan sendiri oleh Grab. KartaCam 2 bertugas mengumpulkan citra jalan atau street-level imagery secara detail.
Grab Indonesia mengonfirmasi bahwa aktivitas pemetaan ini adalah bagian dari Pengembangan Peta Internal Grab. Data visual yang direkam oleh kamera tersebut kemudian akan diunggah ke pusat data Grab untuk memperkaya informasi geografis mereka.
Peran Krusial Mitra Pengemudi dalam GrabMaps
Inisiatif GrabMaps sendiri sudah mulai dijajaki di Indonesia sejak tahun 2022. Pengembangan peta ini didorong oleh kebutuhan Grab untuk memiliki data geografis yang lebih presisi dan terlokalisasi, terutama untuk kebutuhan kawasan Asia Tenggara yang memiliki struktur jalan dan gang yang sangat spesifik.
Berbeda dengan peta pihak ketiga yang seringkali kurang detail di area tertentu, GrabMaps dibangun oleh komunitas lokal, termasuk para mitra pengemudi. Data yang dihasilkan diklaim lebih relevan, akurat, dan terus diperbarui secara dinamis.
Grab menjelaskan bahwa mitra pengemudi seperti Pak I yang menjadi kontributor pemetaan dapat menjalankan tugas ganda. Mereka tetap bisa menerima dan menjalankan order pengantaran seperti biasa, sambil secara simultan melakukan aktivitas mapping jalan menggunakan KartaCam 2.
Hingga akhir tahun 2024, Grab mencatat sudah ada sekitar 80 kontributor pemetaan aktif di berbagai wilayah Indonesia. Para mitra ini secara rutin membantu mengumpulkan data lokasi, mencatat points of interest (POI), serta merekam citra jalan, baik saat sedang dalam perjalanan mengantar pesanan maupun ketika mereka sedang tidak menerima order.
Meningkatkan Akurasi Layanan dengan Data Lokal
Kehadiran peta internal ini membawa dampak signifikan terhadap kualitas layanan Grab secara keseluruhan. Dengan data yang lebih akurat, proses penjemputan dan pengantaran menjadi lebih efisien. Pengemudi dapat menemukan lokasi pelanggan atau tujuan pengiriman dengan lebih cepat, bahkan di area perumahan atau gang sempit yang sering kali tidak terdeteksi oleh peta global.
Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan komitmen Grab dalam mengadopsi teknologi, tetapi juga memberdayakan mitra pengemudi sebagai bagian integral dari pengembangan infrastruktur digital perusahaan. Mereka bukan sekadar penyedia jasa transportasi, melainkan juga kontributor data penting yang membentuk masa depan layanan ride-hailing di Indonesia.
Dengan terus bertambahnya kontributor yang menggunakan perangkat KartaCam 2, Grab berharap dapat menyajikan pengalaman navigasi yang mulus dan minim kesalahan bagi jutaan pengguna mereka di seluruh Asia Tenggara.