Geely Gulingkan Tesla: 10 Mobil Listrik Terlaris di China 2025
Uptodai.com - Persaingan pasar kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok semakin brutal pada tahun 2025. Data terbaru dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) menunjukkan bahwa tren konsumen bergeser drastis, mengutamakan efisiensi dan harga terjangkau. Akibatnya, peta kekuatan di segmen ini berubah total, di mana mobil listrik terlaris di China 2025 didominasi oleh pabrikan lokal yang menawarkan harga super kompetitif.
Kenaikan penjualan ritel mobil listrik baterai mencapai 7,877 juta unit pada 2025, sebuah lonjakan signifikan 24,4 persen dari tahun sebelumnya. Di tengah pertumbuhan masif ini, pabrikan yang fokus pada segmen harga terjangkau sukses besar. Mereka berhasil menggeser model-model premium yang selama ini menjadi raja pasar.
Geely Galaxy Xingyuan Rajai Penjualan Mobil Listrik Terlaris di China 2025
Geely membuktikan diri sebagai raksasa baru yang patut diperhitungkan. Senjata utama mereka, Geely Galaxy Xingyuan, sukses mencatatkan angka penjualan fantastis. Mobil kompak ini berhasil terjual lebih dari 465 ribu unit sepanjang tahun 2025, menjadikannya model EV paling laris di Tiongkok.
Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat Galaxy Xingyuan baru meluncur pada Oktober 2024. Mobil ini menawarkan nilai yang sulit ditolak konsumen. Dibanderol mulai dari 69.800 yuan atau sekitar Rp169 juta, Xingyuan memberikan paket lengkap antara harga murah dan fitur canggih.
Meskipun berstatus entry-level, mobil ini tidak pelit fitur. Konsumen mendapatkan sistem penggerak cerdas 11-in-1, teknologi baterai “Cell-to-Pack” dari CATL, serta jarak tempuh yang memadai hingga 410 km. Bahkan, kemampuan pengisian daya cepatnya memungkinkan baterai terisi dari 30 ke 80 persen hanya dalam 21 menit.
Wuling dan BYD Perkuat Dominasi EV Murah, Tesla Tergeser
Dominasi mobil kompak berlanjut di posisi kedua yang ditempati oleh produk dari perusahaan patungan SAIC-GM-Wuling. Model andalan mereka, Hongguang Mini EV, mencatatkan penjualan sebanyak 435.599 unit. Mobil ini jauh lebih terjangkau, dijual mulai dari 40.800 Yuan (sekitar Rp88-90 jutaan), menjadikannya pilihan utama bagi mobilitas perkotaan.
Di sisi lain, Tesla harus puas turun ke posisi ketiga. Tesla Model Y, yang di Tiongkok dibanderol mulai Rp600 jutaan, mencatat penjualan 425.337 unit. Angka ini menunjukkan penurunan 11,45 persen dibandingkan periode sebelumnya. Tren ini secara jelas memperlihatkan bahwa konsumen Tiongkok semakin memprioritaskan kendaraan yang efisien, mudah diparkir, dan yang paling penting, terjangkau.
Selain Geely dan Wuling, pabrikan lokal lain seperti BYD dan pendatang baru Xiaomi juga menunjukkan kekuatan signifikan. BYD Seagull dan Xiaomi SU7 sukses menembus lima besar, membuktikan bahwa inovasi dan strategi harga yang agresif menjadi kunci memenangkan pasar EV terbesar di dunia.
Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris di China Sepanjang 2025
Berikut adalah daftar lengkap mobil listrik terlaris di China 2025 berdasarkan data CPCA, yang menunjukkan pergeseran fokus pasar dari model premium ke segmen EV murah dan kompak:
1. Geely Galaxy Xingyuan: 465.775 unit
2. SAIC-GM-Wuling Hongguang MINIEV: 435.599 unit
3. Tesla Model Y: 425.337 unit
4. BYD Seagull: 310.956 unit
5. Xiaomi SU7: 258.164 unit
6. Tesla Model 3: 200.361 unit
7. BYD Yuan UP: 189.277 unit
8. Xpeng MONA M03: 175.345 unit
9. Changan Lumin: 162.362 unit
10. Geely Panda: 162.098 unit
Strategi Harga Murah Kunci Dominasi Pasar EV China
Keberhasilan Geely dan Wuling dalam mengalahkan Tesla tidak hanya didorong oleh harga yang rendah. Faktor utama lainnya adalah adaptasi cepat terhadap kebutuhan konsumen perkotaan. Mobil-mobil kompak seperti Xingyuan dan Hongguang Mini EV memiliki dimensi yang sangat lincah (Xingyuan hanya sepanjang 4.135 mm) sehingga ideal untuk jalanan kota yang padat dan masalah parkir.
Strategi ini menciptakan ceruk pasar yang besar. Konsumen melihat EV murah ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan solusi mobilitas yang cerdas, dilengkapi teknologi baterai yang semakin efisien dan waktu pengisian yang cepat. Fenomena ini menggarisbawahi bahwa di Tiongkok, pertarungan EV kini bukan lagi soal siapa yang paling premium, melainkan siapa yang mampu menawarkan nilai terbaik dengan harga paling terjangkau.