Khamenei Tuduh AS Israel ‘Dalang’ Kematian Ribuan Orang di Iran
Uptodai.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara blak-blakan melontarkan tuduhan keras, menyebut Khamenei tuduh AS Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kerugian besar dan tewasnya ribuan warga selama gelombang protes yang melanda negara itu. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan pada hari Sabtu, menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Tuduhan ini mengacu pada kerusuhan yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu di berbagai kota Iran.
Kerusuhan tersebut, yang awalnya dipicu oleh isu domestik, kini disebut-sebut telah disusupi oleh agenda asing. Otoritas Teheran berulang kali mengklaim bahwa rival lama mereka berupaya memecah belah stabilitas internal Iran. Klaim keterlibatan pihak luar ini memperkeruh suasana politik domestik yang sudah panas, menambah lapisan kompleksitas pada krisis yang sedang berlangsung.
Khamenei Menggambarkan Keterlibatan Langsung AS dan Israel
Mengutip laporan media, Khamenei menegaskan bahwa pihak-pihak yang terafiliasi dengan Tel Aviv dan Washington secara langsung terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Ia bahkan secara spesifik menunjuk Presiden AS saat itu, Donald Trump, sebagai seorang “penjahat” yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Menurut Khamenei, keterlibatan pribadi pemimpin Amerika Serikat menjadikan pemberontakan anti-Iran kali ini jauh berbeda dari sebelumnya.
Tuduhan ini memperkuat narasi yang selama ini diusung oleh pemerintah Iran, di mana setiap gejolak internal selalu dikaitkan dengan operasi intelijen asing. Pemerintah Iran percaya bahwa AS dan Israel menggunakan kerentanan sosial ekonomi sebagai pintu masuk untuk menciptakan kekacauan. Mereka dituding sengaja memicu ketidakstabilan dan mengarahkan operasi lapangan, yang berujung pada banyaknya korban jiwa.
Khamenei juga menekankan bahwa intensitas dan koordinasi kerusuhan menunjukkan adanya campur tangan yang terorganisir dari luar negeri. Ia menyebutkan bahwa kekuatan geopolitik lama, terutama Amerika Serikat dan Israel, memiliki kepentingan jangka panjang untuk melemahkan Republik Islam Iran. Oleh karena itu, kerusuhan ini dianggap sebagai bagian dari perang hibrida yang dilakukan oleh musuh-musuh Iran.
Ancaman Konsekuensi dan Batasan Eskalasi
Meskipun retorika yang dilontarkan sangat tajam, Khamenei memberikan peringatan yang hati-hati mengenai respons Iran di masa depan. Ia menyatakan bahwa Teheran akan berusaha keras menghindari eskalasi militer di luar perbatasan mereka. Namun demikian, ia menjamin bahwa pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan dan kematian tersebut pasti akan menghadapi konsekuensi yang setimpal.
“Kami tidak akan menyeret negara ini ke dalam perang,” ujar Khamenei, menekankan kebijakan pengendalian diri yang akan diambil oleh pemerintahannya. Akan tetapi, ia menambahkan bahwa Iran tidak akan membiarkan para “penjahat” tersebut lolos tanpa hukuman yang tegas. Ancaman ini mengindikasikan bahwa Iran mungkin akan merespons melalui jalur diplomatik, operasi siber, atau melalui jaringan proksi di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan antara Iran di satu sisi, dengan Amerika Serikat dan Israel di sisi lain, memang telah menjadi ciri khas geopolitik regional selama beberapa dekade terakhir. Dengan adanya tuduhan serius bahwa Khamenei tuduh AS Israel sebagai dalang di balik kematian ribuan warga, hubungan yang sudah rapuh tersebut diprediksi akan semakin memburuk. Dunia internasional kini menantikan langkah balasan apa yang akan diambil Iran menyusul klaim adanya campur tangan asing dalam urusan internal mereka.