Resmi! Jordi Cruyff Direktur Teknik Ajax Hingga 2028
Uptodai.com - Spekulasi panjang mengenai kepulangan salah satu nama paling ikonik dalam sejarah sepak bola Belanda akhirnya terjawab tuntas. Putra dari legenda ikonik Johan Cruyff, Jordi Cruyff Direktur Teknik Ajax secara resmi, setelah klub raksasa Amsterdam tersebut mengumumkan penandatanganan kontrak pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Penunjukan ini bukan sekadar penambahan staf baru, melainkan sebuah pernyataan ambisius dari Ajax yang tengah berjuang di tengah musim penuh gejolak. Meskipun kesepakatan lisan telah dicapai sejak akhir tahun 2025, penandatanganan kontrak ini mengikat Jordi Cruyff hingga pertengahan 2028, tepatnya 30 Juni 2028.
Jordi dijadwalkan mulai aktif memimpin kebijakan sepak bola klub pada 1 Februari 2026. Ia kini mengemban tanggung jawab besar untuk merevitalisasi struktur dan filosofi tim, serta memastikan warisan Cruyffisme tetap hidup di De Toekomst (akademi Ajax).
Mengemban Misi Revitalisasi di Tengah Badai Krisis Ajax
Keputusan untuk membawa kembali Jordi Cruyff ke Ajax datang pada saat yang krusial. Klub yang dikenal sebagai pemasok talenta terbaik Eropa tersebut sedang mengalami masa sulit, tertinggal jauh dalam perburuan gelar liga domestik, Eredivisie.
Bahkan, performa mereka di kancah Eropa sangat mengecewakan. Ajax telah tersingkir dari Liga Champions UEFA, sebuah kegagalan yang jarang terjadi bagi klub sekelas mereka. Kehadiran Jordi diharapkan mampu memberikan suntikan visi dan pengalaman yang sangat dibutuhkan untuk menstabilkan kapal yang sedang oleng ini.
Peran Direktur Teknik menuntutnya untuk mengawasi seluruh aspek operasional sepak bola, mulai dari strategi transfer, pengembangan pemain muda, hingga penentuan filosofi bermain tim utama. Tantangan terbesarnya adalah mengembalikan dominasi Ajax di Belanda dan menempatkan mereka kembali sebagai kekuatan yang diperhitungkan di Eropa.
Jejak Panjang dan Pengalaman Internasional Jordi Cruyff
Ikatan emosional Jordi Cruyff kembali ke Ajax sangatlah kuat. Ia memulai perjalanan sepak bolanya di akademi junior Ajax pada tahun 1981, mengikuti jejak sang ayah yang telah melegenda dan mengubah total wajah klub tersebut. Kembalinya Jordi dianggap sebagai “pulang kampung” yang sarat makna sejarah.
Jordi membawa bekal pengalaman manajerial yang sangat beragam dari berbagai liga dan budaya sepak bola. Ia pernah menjabat sebagai direktur teknik di klub Siprus, AEK Larnaca, dan klub Israel, Maccabi Tel Aviv, menunjukkan kemampuannya membangun struktur tim dari nol.
Sebelum menerima pinangan dari klub masa kecilnya, Jordi juga memiliki rekam jejak mentereng sebagai penasihat olahraga dan direktur olahraga di FC Barcelona antara tahun 2021 hingga 2023. Di Camp Nou, ia terlibat langsung dalam proses restrukturisasi tim pasca-era krisis finansial.
Menariknya, sebelum resmi bergabung dengan raksasa Belanda, Jordi Cruyff menjabat sebagai penasihat teknis untuk PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia). Pengalamannya yang luas, mulai dari manajemen klub besar hingga pengembangan sepak bola di tingkat federasi, memberinya perspektif unik untuk menghadapi tantangan di Ajax.
Dengan latar belakang yang kaya ini, harapan publik Amsterdam sangat tinggi. Mereka menantikan bagaimana Jordi akan menerapkan pemahaman mendalamnya tentang filosofi ‘Total Football’ peninggalan ayahnya, Johan Cruyff, untuk membawa klub kembali ke jalur kejayaan yang telah lama hilang.