Uptodai.com - Aktivitas sederhana seperti menggulir (scrolling) lini masa media sosial kini menyimpan bahaya tersembunyi. Waspada terhadap jebakan judi online media sosial yang semakin marak muncul, seringkali menyamar dalam bentuk iklan permainan atau aplikasi hiburan biasa.

Fenomena ini bukan lagi sekadar iklan biasa, melainkan modus baru yang memanfaatkan algoritma dan personalisasi data pengguna. Jika tidak berhati-hati, pengguna bisa saja terjerumus ke dalam praktik judi daring ilegal hanya karena mengklik iklan yang tampak tidak berbahaya di linimasa mereka.

Modus Baru Iklan Judi Online yang Menyamar

Pihak regulator global telah melontarkan peringatan keras mengenai praktik periklanan terselubung ini. Iklan judi online seringkali didesain sedemikian rupa sehingga terlihat seperti game kasual atau aplikasi penghasil uang yang legal.

Modus penyamaran ini sangat efektif menjaring korban baru, terutama mereka yang tidak memiliki riwayat perjudian sebelumnya. Ketika pengguna mengklik iklan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs perjudian yang sepenuhnya ilegal dan tidak memiliki mekanisme perlindungan bagi konsumen.

Regulator Tuding Meta Abai Terhadap Iklan Ilegal

Isu ini menjadi sorotan tajam setelah Gambling Commission di Inggris, melalui Direktur Eksekutifnya, Tim Miller, menyampaikan kritik pedas kepada Meta (induk perusahaan Facebook dan Instagram). Miller menilai iklan judi daring marak muncul di feed pengguna, bahkan dari situs yang secara sengaja menghindari skema pengecualian diri (self-exclusion) seperti “GamStop” untuk perjudian online.

GamStop adalah skema penting yang memungkinkan penjudi untuk memblokir diri mereka sendiri dari semua situs judi online yang terdaftar. Namun, iklan yang muncul di media sosial ini seringkali mempromosikan situs yang tidak tergabung dalam skema tersebut, sehingga sangat berbahaya bagi individu yang rentan terhadap kecanduan judi.

Bukti Kuat: Meta Tahu Pengiklan Melanggar Aturan

Miller menegaskan bahwa klaim Meta yang menyatakan mereka baru mengetahui keberadaan iklan ilegal setelah diberitahu adalah tidak benar. Menurutnya, perpustakaan iklan Meta menunjukkan bukti yang sangat jelas mengenai pengiklan mana yang secara eksplisit menyatakan bahwa situs mereka “Tidak terdaftar di GamStop”.

“Jika kami bisa menemukan data tersebut, Meta juga pasti bisa,” kata Miller, dikutip dari laporan Reuters pada Rabu (21/1/2026). Ia menambahkan bahwa raksasa teknologi tersebut seolah memilih untuk tidak melihat dan mengabaikan pelanggaran yang terjadi di platform mereka sendiri.

Tudingan ini menunjukkan adanya celah serius dalam pengawasan konten iklan, khususnya yang berkaitan dengan bahaya judi online. Kemampuan platform untuk mendeteksi dan menghapus iklan ilegal seharusnya lebih proaktif, mengingat dampak sosial dan finansial yang ditimbulkan oleh praktik judi daring.

Respons dan Janji Perbaikan dari Raksasa Teknologi

Menanggapi tudingan keras dari Gambling Commission, juru bicara Meta segera memberikan respons. Perusahaan menegaskan bahwa mereka memiliki kebijakan periklanan yang sangat ketat dan langsung menghapus setiap iklan yang terbukti melanggar aturan tersebut.

Selain itu, Meta menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Komisi Perjudian guna meningkatkan alat deteksi proaktif mereka. “Kami bekerja sama dengan Komisi untuk mengidentifikasi dan menghapus semua iklan yang melanggar kebijakan, serta menggunakan informasi ini untuk meningkatkan alat deteksi proaktif yang sudah ada,” ujar juru bicara Meta.

Mereka juga mendorong regulator untuk terus bekerja sama agar pengguna dan pengiklan sah terlindungi dari pelaku buruk yang menyebarkan jebakan judi daring. Meskipun demikian, insiden ini kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi platform media sosial dalam mengendalikan konten berbayar yang berbahaya.

Oleh karena itu, pengguna internet wajib meningkatkan kewaspadaan digital. Cara terbaik untuk menghindari jerat judi online yang muncul di media sosial adalah dengan tidak mengklik iklan yang menjanjikan keuntungan instan atau yang tampil mencurigakan, meskipun iklan tersebut menyamar sebagai game biasa.