Uptodai.com - Klub ibu kota, Persija Jakarta, langsung tancap gas di jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026. Keputusan Persija Gercep Datangkan Shayne Pattynama dan Alaeddine Ajaraie menjadi sorotan utama, mengingat skuad Macan Kemayoran sejatinya sudah menunjukkan performa yang cukup stabil di putaran pertama.

Shayne Pattynama, bek sayap Timnas Indonesia, membawa pengalaman Eropa yang sangat berharga. Sementara itu, Alaeddine Ajaraie dikenal sebagai striker Maroko yang memiliki naluri gol tajam, terbukti dari catatan impresifnya di Liga India sebelum berlabuh ke Jakarta.

Filosofi Berani Menyerang: Alasan Persija Butuh Pemain Kelas Atas

Pengamat sepak bola nasional, Bung Binder, memberikan analisis mendalam mengenai manuver transfer Persija ini. Menurutnya, kegerahan Persija di bursa transfer bukan sekadar menambah kedalaman skuad, melainkan respons logis terhadap filosofi bermain yang dianut tim.

Bung Binder menyoroti bahwa Persija saat ini merupakan satu-satunya tim di Super League yang konsisten menerapkan taktik menyerang secara total. Filosofi ini tidak pandang bulu, baik saat bermain di kandang maupun ketika bertandang ke markas lawan.

“Persija musim ini adalah satu-satunya tim yang berani bermain sepak bola menyerang,” ungkap Bung Binder dalam kanal YouTube pribadinya. “Mau main di home, mau main di away, pokoknya menyerang, menyerang, dan menyerang.”

Konsistensi bermain menyerang ini memang menghibur para penggemar dan seringkali menghasilkan gol indah. Namun, taktik agresif ini secara inheren membawa risiko besar yang harus ditanggung oleh lini pertahanan tim.

Risiko Taktik Menyerang dan Urgensi Shayne Pattynama

Bermain dengan garis pertahanan tinggi dan intensitas serangan yang masif membuat sektor belakang Persija Jakarta rentan. Risiko utama dari strategi ini adalah mudah ditembusnya lini pertahanan oleh skema serangan balik cepat lawan.

“Risikonya apa dengan bermain sepak bola menyerang? Tentu lini pertahanan yang rentan ditembus para pemain lawan, dan di situlah kelemahan Persija Jakarta,” jelas Bung Binder. Kelemahan inilah yang memaksa manajemen bergerak cepat mencari solusi defensif yang memiliki kualitas internasional.

Oleh karena itu, kehadiran Shayne Pattynama menjadi sangat krusial. Shayne bukan hanya menambah opsi di posisi bek sayap kiri, tetapi juga membawa mentalitas dan pengalaman bertahan di level yang lebih tinggi. Keahliannya diharapkan mampu meminimalisir celah yang tercipta akibat fokus tim yang terlalu besar pada aspek ofensif.

Memperkuat Daya Gedor di Tengah Inkonsistensi

Selain memperkuat lini belakang, Persija juga menyadari pentingnya memiliki finisher yang mematikan. Meskipun sudah memiliki Gustavo Almeida, ketersediaan dan kebugaran Gustavo tidak selalu terjamin sepanjang musim yang padat.

Di sisi lain, Exsel Runtukahu, yang sempat menunjukkan penampilan gemilang di paruh pertama, masih terlihat kesulitan dalam mengonversi peluang menjadi gol. Situasi ini menciptakan urgensi bagi Macan Kemayoran untuk mencari penyerang tengah yang siap pakai.

“Sehingga memang manajemen membidik atau mencari pemain-pemain yang bisa menambah kekuatan di lini pertahanan plus menambah seorang striker untuk menjadi finisher,” tambah Bung Binder, merujuk pada perekrutan Ajaraie.

Alaeddine Ajaraie diharapkan menjadi jawaban atas masalah ketajaman di depan gawang. Dengan rekam jejaknya sebagai pencetak gol ulung, Ajaraie diproyeksikan mampu menjadi tandem atau pengganti yang efektif bagi Gustavo Almeida. Transfer strategis ini menegaskan ambisi Persija Jakarta untuk bersaing ketat dengan rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam perburuan gelar Super League musim ini.