Uptodai.com - Amerika Serikat (AS) saat ini tengah dihantam malapetaka akibat hantaman Badai Musim Dingin Amerika Serikat yang sangat dahsyat. Cuaca ekstrem ini telah memutus pasokan listrik bagi lebih dari 160.000 pelanggan, sekaligus memaksa ribuan jadwal penerbangan dibatalkan mendadak.

Kombinasi salju lebat, hujan es, dan hujan beku diperkirakan akan terus menyelimuti sekitar dua pertiga wilayah timur AS. Situasi ini memicu peringatan serius dari otoritas setempat bahwa kelumpuhan aktivitas dapat berlanjut hingga awal pekan depan.

Dampak Kelistrikan: Ratusan Ribu Warga Hidup dalam Kegelapan

Badai yang bergerak cepat ini telah menciptakan kondisi kritis di sejumlah negara bagian, terutama di wilayah selatan. Data dari PowerOutage.com menunjukkan bahwa pada Sabtu malam, mayoritas pemadaman listrik terpusat di Louisiana dan Texas.

Kondisi darurat ini membuat Departemen Energi AS segera mengambil tindakan. Mereka mengeluarkan perintah darurat yang memungkinkan Dewan Keandalan Listrik Texas (ERCOT) mengerahkan sumber daya pembangkit cadangan.

Langkah ini diambil untuk menekan risiko pemadaman yang lebih luas dan masif di seluruh wilayah Texas. Tim utilitas saat ini berpacu dengan waktu, bekerja dalam suhu beku, demi memulihkan aliran listrik secepat mungkin bagi puluhan ribu warga yang terdampak.

Kelumpuhan Total Penerbangan Lumpuh di AS

Sektor penerbangan menjadi korban utama dari amukan badai musim dingin ini. Situs pelacakan penerbangan, FlightAware, mencatat bahwa setidaknya 4.000 penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat terpaksa dibatalkan.

Bencana ini diperkirakan berlanjut pada hari berikutnya, di mana lebih dari 9.400 penerbangan untuk Minggu turut terdampak. Maskapai-maskapai besar AS telah mengimbau seluruh penumpang untuk bersiap menghadapi potensi pembatalan ribuan penerbangan mendadak, bahkan penundaan yang berkepanjangan.

Kelumpuhan sektor transportasi udara ini bukan hanya mengganggu perjalanan domestik, tetapi juga berdampak pada rute internasional. Bandara-bandara besar di wilayah timur, seperti Atlanta dan Charlotte, mengalami penumpukan penumpang yang signifikan.

Peringatan Donald Trump dan Status Bencana Nasional

Menanggapi situasi yang semakin memburuk, Presiden AS Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa “bersejarah.” Trump telah menyetujui deklarasi bencana darurat federal di 12 negara bagian.

Negara bagian yang mendapatkan status darurat federal tersebut mencakup Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, hingga Virginia Barat. Keputusan ini memungkinkan penyaluran bantuan federal dan sumber daya darurat untuk mempercepat upaya pemulihan.

Melalui unggahan di Truth Social, Presiden Trump menyampaikan keprihatinan mendalamnya. “Kami akan terus memantau dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulisnya, dikutip Reuters.

Selain 12 negara bagian yang mendapat deklarasi federal, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia juga telah menetapkan status darurat cuaca mereka sendiri.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menekankan pentingnya kesiapan masyarakat. Ia membenarkan bahwa puluhan ribu warga di wilayah selatan kehilangan aliran listrik, namun tim utilitas sedang bekerja keras memulihkannya.

“Cuacanya akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyimpan bahan bakar dan makanan. Kita akan melewati ini bersama-sama,” ujar Noem, mendesak warga AS untuk mengambil langkah pencegahan serius terhadap suhu ekstrem yang mengancam jiwa.

Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) sendiri memperingatkan potensi akumulasi es yang tebal, terutama di kawasan tenggara. Lapisan es ini berpotensi melumpuhkan total jaringan transportasi darat dan meningkatkan risiko pohon tumbang yang merusak infrastruktur listrik. Masyarakat diimbau untuk membatasi perjalanan dan mengikuti semua arahan keselamatan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.