Uptodai.com - Pelatih kawakan, Luciano Spalletti, membuat pengakuan jujur soal kebutuhan striker baru Juventus, meskipun penyerang muda mereka, Jonathan David, baru saja menunjukkan ketajamannya. Pernyataan ini muncul setelah Bianconeri meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Napoli dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, Serie A.

Kemenangan tersebut membawa Juventus kembali ke jalur positif, dengan Jonathan David berhasil menyumbangkan satu gol. Dua gol lainnya dicetak oleh Kenan Yildiz dan Filip Kostic. David, yang direkrut dari Lille pada bursa transfer musim panas, sempat kesulitan di awal musim, namun kini mulai menemukan ritme permainannya.

Pujian Spalletti untuk Jonathan David di Juventus

Meskipun performanya sempat diragukan, David kini mulai menunjukkan kualitasnya sebagai predator di kotak penalti. Golnya ke gawang Napoli merupakan gol keempatnya di Serie A, dengan tiga di antaranya tercipta dalam empat laga terakhir.

Spalletti secara terbuka memuji etos kerja dan kemampuan David dalam duel satu lawan satu. Menurutnya, David adalah pemain yang kuat dan tahu bagaimana memanfaatkan ruang sempit di lini pertahanan lawan.

“David adalah pemain yang kuat, dan malam ini, dia menunjukkan bahwa dia bisa melalui duelnya sendiri di kotak penalti, ketika tidak ada celah. Itu harus direnggut oleh lawan,” ujar Spalletti kepada Sky Sport. “Jika Anda mengerahkan seluruh kemampuan dalam momen tersebut, itu tak apa, jika tidak maka Anda tidak akan mencapai ke sana. Dia mencetak gol sebagai seorang striker yang pantas mendapatkannya.”

Mengapa Juventus Masih Butuh Tipe Striker Berbeda?

Namun demikian, di tengah pujian untuk Jonathan David, Spalletti juga mengindikasikan bahwa Juventus masih memiliki lubang di lini depan yang harus ditambal. Kebutuhan ini bukan terkait dengan jumlah gol, melainkan peran taktis yang spesifik.

Dalam wawancara terpisah dengan DAZN, Spalletti menjelaskan bahwa Juventus memerlukan penyerang yang memiliki kemampuan untuk turun ke lini tengah dan membantu membangun serangan. Tipe striker ini berfungsi sebagai penghubung (link-up player) antara lini tengah dan lini serang.

“Ada striker lain seperti Rasmus Hojlund yang turun ke tengah. Anda melontarkan bola kepadanya dan mereka masih membuatnya bisa tetap dimainkan,” jelas pelatih asal Italia tersebut, merujuk pada profil penyerang yang dibutuhkan.

Menurut Spalletti, kemampuan ini yang belum dimiliki oleh David. Meskipun David unggul dalam mencetak gol, ia kurang ideal ketika diminta bersaing secara fisik dan menjadi tembok pantul melawan bek tengah yang kuat di luar kotak penalti.

Peran Taktis yang Dicari Spalletti

Komentar Spalletti mengisyaratkan bahwa David adalah seorang poacher atau striker murni, yang fokus utamanya adalah penyelesaian akhir. Sementara itu, taktik modern Juventus membutuhkan penyerang yang lebih fleksibel, mampu menahan bola, dan mendistribusikannya kembali ke sayap atau gelandang serang.

Spalletti menegaskan bahwa kedatangan striker baru tidak dimaksudkan untuk menggeser David, melainkan untuk melengkapi skema permainan tim. David akan tetap menjadi aset utama untuk urusan mencetak gol, tetapi peran holding striker perlu diisi oleh pemain lain.

“Kami tidak membutuhkan seorang striker pencetak gol, namun untuk melakukan pekerjaan semacam itu (link-up play). David sangat kuat, namun dia tidak bisa melakukan pekerjaan semacam itu,” tambahnya.

Secara keseluruhan, jika tim mampu menjaga konsistensi pertahanan dan David terus mencetak gol seperti saat ini, Juventus akan berada dalam posisi yang sangat baik. Namun, untuk mencapai level tertinggi dan bersaing di kompetisi Eropa, Bianconeri harus memenuhi tuntutan taktis Spalletti dengan merekrut penyerang yang memiliki dimensi fisik dan kemampuan bermain di lini tengah.