Potret Serangan Rusia Rumah Sakit Bersalin di Zaporizhzhia, 6 Terluka
Uptodai.com - Pukulan telak kembali menghantam wilayah sipil Ukraina, menandai babak baru eskalasi konflik. Pada Minggu (1/2/2026), Serangan Rusia rumah sakit bersalin di kota Zaporizhzhia dilaporkan melukai sedikitnya enam orang, termasuk staf dan pasien yang berada di dalam gedung.
Insiden tragis ini menambah panjang daftar target infrastruktur sipil yang dihancurkan sejak invasi skala penuh dimulai oleh Moskow. Fokus serangan yang menyasar fasilitas kesehatan vital ini memicu kecaman keras dari otoritas lokal.
Detail Amukan Drone di Zaporizhzhia
Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, segera mengonfirmasi serangan brutal tersebut melalui unggahan resminya di Telegram. Ia menyebutkan bahwa amukan Moskow secara eksplisit menargetkan fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi zona aman.
Awalnya, laporan menyebutkan beberapa korban, namun jumlahnya kemudian meningkat menjadi enam orang. Peningkatan ini menunjukkan intensitas serangan yang terjadi dan betapa berbahayanya situasi di wilayah tersebut.
Tim penyelamat dan petugas darurat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan menilai kerusakan struktural. Foto-foto yang beredar memperlihatkan betapa parahnya dampak serangan drone Rusia tersebut. Jendela-jendela rumah sakit bersalin itu pecah berkeping-keping, sementara asap tebal tampak mengepul dari struktur bangunan yang kini rusak parah.
Gubernur Fedorov menekankan bahwa penargetan rumah sakit bersalin adalah bukti nyata dari perang yang dilancarkan Moskow terhadap kehidupan itu sendiri. Menurutnya, ini bukan sekadar serangan militer biasa, tetapi merupakan serangan yang bertujuan merusak nilai-nilai kemanusiaan dasar.
Pola Penargetan Infrastruktur Sipil Ukraina
Tragedi penargetan fasilitas kesehatan oleh pasukan Rusia bukanlah hal baru dalam konteks Perang Ukraina. Sepanjang konflik yang berkepanjangan ini, Moskow berulang kali menjadikan rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur energi sebagai sasaran utama operasi mereka.
Pola ini menimbulkan krisis kemanusiaan yang mendalam di seluruh negeri, memaksa warga sipil hidup dalam ketakutan akan serangan yang datang tanpa pandang bulu. Hal ini juga secara signifikan menghambat upaya pemulihan dan layanan publik.
Sebagai pengingat pahit, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2022 di bangsal bersalin di Vilniansk, yang juga berada di Oblast Zaporizhzhia. Serangan brutal kala itu merenggut nyawa seorang bayi laki-laki yang baru berusia dua hari, menunjukkan betapa kejamnya penargetan fasilitas vital ini.
Meskipun Rusia berdalih hanya menargetkan fasilitas militer, bukti di lapangan terus menunjukkan pola yang mengarah pada penghancuran sistem pendukung kehidupan masyarakat sipil. Hal ini sering dikritik keras oleh komunitas internasional karena melanggar hukum perang.
Dampak Korban Serangan Drone Zaporizhzhia
Enam korban luka dalam serangan terbaru ini segera mendapatkan perawatan intensif dari tim medis yang tersisa. Meskipun detail spesifik mengenai kondisi mereka belum dirilis, prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan pasien dan staf yang masih bertugas di tengah ancaman serangan lanjutan.
Insiden korban serangan drone Zaporizhzhia ini memicu pertanyaan serius mengenai kepatuhan Rusia terhadap hukum perang internasional, terutama Konvensi Jenewa. Menghantam fasilitas kesehatan yang jelas ditandai sebagai rumah sakit bersalin merupakan pelanggaran berat yang harus dipertanggungjawabkan.
Komunitas global, melalui berbagai organisasi kemanusiaan, terus mendesak penyelidikan independen terhadap setiap serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur vital mereka. Perlindungan terhadap fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas mutlak dalam setiap konflik bersenjata.