Inovasi Pemenang BTN Housingpreneur: GeofloodAI Prediksi Risiko Banjir
Uptodai.com - Dunia properti Indonesia kini semakin didorong oleh solusi teknologi yang spesifik dan menjawab masalah mendasar konsumen. Dorongan signifikan ini terlihat jelas dari kompetisi BTN Housingpreneur yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Para juara dari berbagai kategori lomba dan kelompok telah menerima penghargaan bergengsi tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kehadiran inovasi-inovasi ini menegaskan bahwa sektor perumahan sedang bertransformasi menuju ekosistem yang lebih cerdas dan berbasis data, didukung oleh inovasi pemenang BTN Housingpreneur.
GeofloodAI: Solusi Cerdas Analisis Risiko Banjir Properti
Salah satu inovasi yang paling menonjol datang dari kategori Housing Related Innovation, yang dijuarai oleh Ali Sulas Hidayat bersama timnya dari Palembang. Mereka membawa aplikasi bernama GeofloodAI, sebuah terobosan yang memanfaatkan teknologi machine learning untuk menganalisis risiko banjir di suatu wilayah.
Aplikasi ini memungkinkan konsumen maupun pengembang mengambil keputusan properti yang lebih cerdas, aman, dan terhindar dari kerugian akibat bencana banjir. Ali menjelaskan bahwa inovasi ini hadir untuk mengisi kekosongan informasi valid yang selama ini menjadi masalah laten di sektor properti.
“Untuk konsumen ritel, biasanya sangat sulit menentukan apakah lokasi perumahan yang akan mereka beli itu rawan banjir atau tidak,” ujar Ali. Ia menambahkan, selama ini informasi hanya didapat dari bertanya ke tetangga atau mengecek berita, yang mana validitasnya seringkali diragukan dan tidak terukur.
Dari Tesis S2 Menjadi Aplikasi Analisis Risiko Properti
Ide fundamental GeofloodAI bermula dari tesis S2 Ali yang kemudian dikembangkan menjadi alat yang siap pakai. Tujuannya sangat praktis, yaitu memastikan bahwa ide unik ini tidak hanya berhenti di lembar akademik, melainkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Tim GeofloodAI membangun analytics tool canggih untuk mendeteksi potensi banjir. Mereka menggunakan pemodelan matematis yang ketat serta riset mendalam berdasarkan jurnal-jurnal saintifik yang relevan. Lebih lanjut, mereka memanfaatkan machine learning untuk mengolah data besar.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui crowdsourcing yang dikalkulasikan dari berbagai sumber kredibel, mencakup data hidrologi dan data geospasial. Oleh karena itu, ketika pengguna membuka aplikasi dan melakukan penandaan lokasi, sistem akan segera menampilkan skor risiko banjir wilayah tersebut secara objektif.
Mendorong Ekosistem Inovasi di Sektor Perumahan
Ali mengaku bahwa idenya mendapat apresiasi tinggi, terutama karena kompetisi inovasi yang berfokus pada sektor perumahan seperti BTN Housingpreneur masih jarang di Indonesia. Keterbatasan wadah ini seringkali membuat para inovator muda, yang sebetulnya memiliki banyak ide brilian, menjadi patah semangat.
Padahal, menurutnya, kualitas ide-ide yang dihasilkan oleh inovator Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia. Kompetisi semacam ini adalah katalisator penting yang memastikan ide-ide terbaik bisa muncul ke permukaan dan diuji coba di pasar nyata.
Harapan besar Ali ke depannya adalah mampu berkolaborasi secara intensif dengan para pelaku industri perumahan. Kemitraan ini krusial agar pengembang tidak salah langkah dalam memutuskan lokasi pembangunan proyek baru. Sebab, jika masalah banjir tidak teratasi sejak awal, kerugian yang ditimbulkan akan sangat besar, baik bagi pengembang maupun konsumen akhir.
Inovasi seperti GeofloodAI menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan keuangan (FinTech dan PropTech) adalah kunci untuk menciptakan sektor perumahan yang lebih berkelanjutan dan minim risiko di masa depan.