Uptodai.com - Sebuah fakta mengejutkan mengenai penggunaan token ChatGPT terbanyak akhirnya terungkap langsung dari mulut CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam sebuah pertemuan internal baru-baru ini, Altman membeberkan bahwa rekor pemakaian terbesar justru tidak dipegang oleh karyawannya sendiri. Hal ini tentu membuat sang bos merasa malu karena pihak luar justru jauh lebih aktif memanfaatkan teknologi mereka.

Apa Itu Token dalam Layanan AI?

Bagi masyarakat awam, istilah token dalam dunia kecerdasan buatan merujuk pada potongan kata yang diproses oleh sistem model bahasa besar (LLM). Secara umum, satu token setara dengan sekitar empat karakter atau tiga perempat kata dalam bahasa Inggris. Semakin kompleks perintah dan interaksi yang dilakukan dengan AI, maka semakin besar pula jumlah token yang akan dikonsumsi oleh pengguna.

Pergeseran Standar Konsumsi Token dari Masa ke Masa

Altman kemudian membandingkan bagaimana standar konsumsi teknologi ini telah bergeser drastis dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Dahulu, pemakaian sebanyak 100.000 token per bulan sudah dianggap sangat luar biasa dan menjadikannya yang tertinggi di dunia. Namun, kini angka tersebut telah menjadi rata-rata penggunaan bulanan bagi setiap pengguna aktif secara global.

Di lingkungan internal OpenAI sendiri, para karyawan sebenarnya dikenal sangat boros dan kerap memamerkan konsumsi token mereka di media sosial. Beberapa karyawan dilaporkan mampu menghabiskan hingga 100 miliar token per bulan demi menguji sistem. Namun, angka fantastis tersebut ternyata masih kalah jauh dari seorang pengguna misterius di luar perusahaan yang memecahkan rekor global.

Dampak Finansial dan Beban Infrastruktur AI

Konsumsi token dalam skala masif seperti ini tentu membutuhkan biaya operasional yang sangat luar biasa besar. Sebagai gambaran, Peter Steinberger selaku pencipta OpenClaw pernah mencatat tagihan hingga US$ 1,3 juta atau setara Rp 23,47 miliar dalam sebulan. Tingginya biaya ini membuat banyak perusahaan teknologi lain, seperti Amazon, mulai membatasi penggunaan token demi menjaga efisiensi anggaran mereka.

Meskipun memicu kekhawatiran soal pemborosan anggaran, fenomena ini membuktikan betapa ketergantungannya manusia modern terhadap kecerdasan buatan. OpenAI kini harus menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan kapasitas server mereka di tengah lonjakan permintaan yang terus meroket. Di sisi lain, identitas sang pemegang rekor dunia tersebut tetap menjadi misteri yang membuat banyak pihak penasaran.