Uptodai.com - Eskalasi konflik di Jalur Gaza kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan baru pada Sabtu (31/1/2026). Di tengah gelombang keprihatinan global, perhatian publik tertuju pada langkah diplomasi yang diambil pemerintah Indonesia, terutama peran Prabowo Subianto dan Board of Peace (BoP) dalam menyikapi situasi krusial ini.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas berlanjutnya aksi militer tersebut. Menurutnya, serangan yang terus terjadi merupakan tantangan bagi komitmen abadi bangsa Indonesia untuk membantu saudara-saudara di Palestina. Pemerintah memastikan bahwa upaya bantuan dan diplomasi akan terus berjalan tanpa henti.

Peran Rahasia Prabowo di Jalur Diplomasi Tertutup

Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah konkret terkait agresi terbaru Israel. Presiden disebut sudah menyampaikan pesan penting kepada Dewan Perdana untuk Gaza atau Board of Peace (BoP). Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia memanfaatkan segala saluran yang tersedia untuk menyuarakan sikapnya.

Namun, Mensesneg memilih untuk merahasiakan detail dari komunikasi tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa pesan dari Presiden Prabowo disampaikan melalui “jalur-jalur tertutup.” Pernyataan ini mengindikasikan adanya upaya diplomasi senyap yang dilakukan Indonesia di forum internasional tersebut, bertujuan untuk efektivitas negosiasi yang lebih tinggi.

Diplomasi jalur tertutup seringkali dianggap lebih efektif dalam isu sensitif seperti konflik Timur Tengah. Hal ini memungkinkan para pemimpin untuk berdiskusi secara lebih jujur dan mencari titik temu tanpa tekanan publik yang berlebihan. Oleh karena itu, peran Prabowo Subianto dan Board of Peace menjadi sorotan penting dalam strategi luar negeri Indonesia saat ini.

Menjawab Desakan MUI Keluar BoP

Kehadiran Indonesia di BoP sendiri sempat menuai kritik dari dalam negeri. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah agar segera menarik diri dari keanggotaan Dewan Perdana tersebut. MUI menilai bahwa keikutsertaan Indonesia di BoP tidak memberikan dampak signifikan terhadap perdamaian.

Menanggapi desakan MUI keluar BoP, Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan kesiapan pemerintah untuk berdialog secara terbuka. Ia meyakini bahwa penjelasan komprehensif akan diberikan kepada MUI mengenai alasan strategis di balik keputusan Indonesia bergabung dengan BoP. Dialog ini diharapkan dapat menjernihkan kesalahpahaman yang mungkin timbul.

“Kita nanti akan berdialog dengan MUI dan kami yakin nanti kita akan berikan penjelasan kenapa kita memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini,” kata Prasetyo. Pemerintah menekankan pentingnya komunikasi dua arah dengan organisasi keagamaan utama di Indonesia.

Strategi Indonesia di Board of Peace: Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina

Prasetyo menekankan bahwa keanggotaan Indonesia di Board of Peace bukan tanpa tujuan. Keputusan ini diambil sebagai instrumen vital untuk memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Palestina dan meringankan penderitaan rakyat Gaza yang terus berkepanjangan. Indonesia melihat BoP sebagai platform untuk menyuarakan kepentingan kemanusiaan.

Menurutnya, jika Indonesia memilih untuk tidak bergabung, maka peluang untuk berdialog, memberikan masukan, dan menyuarakan pendapat di forum tersebut akan hilang. Kehadiran di BoP dianggap krusial agar perjuangan bangsa Palestina bisa terus disuarakan dan diakui di tingkat global, sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia.

Langkah diplomasi jalur tertutup yang ditempuh oleh Prabowo Subianto dan Board of Peace menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan berbagai saluran, baik terbuka maupun rahasia, untuk mempengaruhi situasi di Timur Tengah. Meskipun ada kontroversi domestik, pemerintah bersikukuh bahwa partisipasi aktif di forum internasional adalah cara paling efektif untuk mencapai solusi damai dan permanen bagi konflik berkepanjangan tersebut.