Arab Saudi Tetapkan Salat Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat
Uptodai.com - Otoritas Arab Saudi telah memastikan format pelaksanaan Salat Tarawih 10 Rakaat Saudi dan 3 rakaat Witir di dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, untuk Ramadan 1447 Hijriah mendatang. Keputusan ini menjadi perhatian utama bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia yang menantikan suasana ibadah dari Tanah Suci.
Ketetapan resmi ini dikeluarkan oleh General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques. Mereka menegaskan bahwa skema pelaksanaan salat malam di bulan suci ini akan mempertahankan format yang paling konsisten diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.
Format Resmi Salat Tarawih 10 Rakaat Saudi di Dua Masjid Suci
Menurut keterangan yang dirilis otoritas, salat Tarawih akan dilaksanakan sebanyak 10 rakaat di kedua masjid tersebut. Setelah menyelesaikan Tarawih, jamaah akan langsung melanjutkan dengan 3 rakaat salat Witir.
Dengan susunan 10 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir, rangkaian salat malam Ramadan ini akan diakhiri dengan total lima kali salam (taslim). Empat kali salam dilakukan untuk Tarawih, dan satu salam penutup pada salat Witir.
Format ini secara umum dikenal sebagai bentuk ringkas dari praktik salat Tarawih yang panjang. Tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah yang membludak di kedua masjid suci tersebut, sekaligus meringankan beban para Imam dan Muazin.
Konsistensi dan Siaran Global Ibadah Ramadan
Otoritas Kerajaan Arab Saudi menekankan bahwa pemilihan format 10 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir ini adalah bentuk konsistensi. Meskipun terdapat variasi praktik Tarawih di berbagai belahan dunia, format ini telah menjadi standar yang dipertahankan di Makkah dan Madinah.
Selain menetapkan jumlah rakaat, General Presidency juga mengonfirmasi rencana siaran global pelaksanaan Tarawih dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Siaran ini akan diselenggarakan secara menyeluruh, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Siaran langsung ini memiliki peran vital, memungkinkan umat Islam di berbagai negara untuk merasakan dan mengikuti suasana ibadah Ramadan dari pusat spiritual dunia. Hal ini juga menjadi pengobat rindu bagi mereka yang tidak dapat melaksanakan ibadah umrah pada periode tersebut.
Sementara itu, jadwal lengkap pelaksanaan salat, termasuk waktu rinci dan daftar Imam yang akan memimpin salat Tarawih, biasanya akan diumumkan lebih dekat dengan awal Ramadan. Pengumuman ini sangat dinantikan, mengingat Imam-imam di Masjidil Haram dan Nabawi merupakan tokoh spiritual yang memiliki pengaruh besar.
Ketetapan mengenai Salat Tarawih 10 Rakaat Saudi ini secara efektif mengakhiri spekulasi mengenai potensi perubahan format ibadah. Dengan adanya kepastian ini, jamaah umrah yang berencana menghabiskan Ramadan di Tanah Suci dapat mempersiapkan jadwal ibadah mereka dengan lebih terperinci.