Uptodai.com - Hari pertama uji coba resmi MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, langsung memanas dan menyuguhkan gambaran awal peta kekuatan musim 2026. Marc Marquez tercepat Tes Sepang, mengukir waktu impresif dan menegaskan kembali statusnya sebagai salah satu kandidat utama juara. Sesi ini memberikan sinyal kuat bahwa persaingan di kelas premier akan berjalan sangat ketat sejak putaran pembuka.

Seperti pola yang sudah terlihat dalam beberapa hari uji coba sebelumnya, mayoritas pembalap memilih menghindari sesi terpanas di tengah hari. Lintasan Sirkuit Sepang relatif sepi antara pukul 14.00 hingga 15.30 waktu setempat. Aktivitas kembali meningkat drastis ketika awan tipis mulai menutupi sirkuit, membuat suhu trek menjadi lebih bersahabat untuk mencetak waktu terbaik.

Dominasi Marc Marquez di Puncak Klasemen

Marc Marquez, yang kini berada di tim satelit, tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi penuh dengan motor barunya. Ia mulai menunjukkan taringnya segera setelah sesi sore dimulai, memanfaatkan kondisi trek yang optimal. Hanya dalam tiga putaran, Juara Dunia bertahan itu langsung memangkas catatan waktu dan melesat menembus posisi lima besar.

Akhirnya, Marquez pimpin waktu Tes MotoGP Sepang dengan catatan 1:58,235 yang sensasional. Meskipun secara resmi mengendarai motor Ducati GP26, motor yang digunakannya masih merupakan kombinasi spesifikasi lama dan baru yang terus diuji coba. Hal ini mengindikasikan bahwa adaptasi Marquez dengan Desmosedici berjalan sangat mulus dan ia sudah menemukan batas kemampuan motor.

Kejutan Honda: Kirim Sinyal Bahaya ke Tim Rival

Salah satu sorotan terbesar hari itu datang dari pabrikan Jepang, Honda. Tim ini tampak memulai musim 2026 dengan fondasi yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Luca Marini dan Joan Mir tampil sangat konsisten, secara bergantian bertengger di posisi lima dan enam.

Sementara itu, Johann Zarco juga berhasil menutup sepuluh besar, melengkapi performa apik tim berlogo sayap tunggal tersebut. Konsistensi Performa Honda di Sepang ini mengirimkan sinyal bahaya bagi tim-tim rival, terutama Ducati dan Yamaha. Mereka terlihat sudah menemukan solusi atas masalah traksi dan aerodinamika yang sempat menghantui mereka di musim sebelumnya.

Rivalitas Ketat dan Tantangan Ducati Pabrikan

Di sisi lain, tim pabrikan Ducati yang dipimpin Pecco Bagnaia menghadapi hari yang penuh eksplorasi teknis. Bagnaia sempat membuka sesi dengan impresif, mencatatkan waktu 1:57,3 dan bertengger di posisi ketiga menggunakan paket aerodinamika yang sudah dikenal. Namun, saat tim memperkenalkan paket pengembangan penuh pada motornya, peningkatan waktu justru tidak terjadi sesuai harapan.

Bagnaia akhirnya harus puas menutup hari di posisi kedelapan, menandakan bahwa proses kalibrasi motor baru masih membutuhkan waktu dan penyesuaian. Ini menunjukkan bahwa Ducati masih berada dalam fase eksplorasi yang mendalam menjelang Grand Prix pembuka di Thailand.

Persaingan di lini tengah juga sangat intens. Marco Bezzecchi menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Aprilia, terus berada di kelompok terdepan dengan selisih waktu yang sangat tipis. Selisih antar pembalap yang rapat menegaskan bahwa musim baru akan berjalan ketat sejak awal.

Quartararo Pulih Cepat, Drama di Menit Akhir

Fabio Quartararo, yang sempat terjatuh di sesi pagi, menunjukkan pemulihan yang cepat dan luar biasa. Pembalap Yamaha itu kembali ke lintasan sekitar satu jam sebelum sesi berakhir. Ia langsung mencatatkan sektor merah pada lap cepat pertamanya, memperbaiki waktunya menjadi 1:58,4 dan berada di tengah rombongan.

Drama kecil terjadi di menit-menit akhir sesi uji coba. Fabio Di Giannantonio sempat merebut posisi teratas, sebelum dominasi Marc Marquez tercepat Tes Sepang kembali tak terbantahkan. Ia melakukan putaran terakhir yang sensasional untuk mengamankan posisi teratas. Jarak waktu yang sangat rapat—hanya beberapa persepuluh detik memisahkan sepuluh pembalap teratas—menjadi penutup hari pertama yang menjanjikan pertarungan sengit di musim mendatang.